News Berita

Komisi I Sambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Komisi I Sambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran #newsupdate #update #news #text

Komisi I Sambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran
Wakil Ketua Komisi I Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
Wakil Ketua Komisi I Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, penghentian konflik tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi Indonesia.

"Saya menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Apa pun bentuk dan detail final dari kesepakatan tersebut, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global," kata Sukamta saat dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Sukamta menilai Indonesia akan merasakan hal positif di sektor ekonomi dan energi setelah Iran dan AS sepakat berdamai.

"Bagi Indonesia, dampak positif yang paling langsung adalah pada aspek ekonomi dan energi. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia," ujar Sukamta.

"Meredanya ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap harga minyak dunia, menjaga stabilitas pasokan energi, serta membantu menekan risiko inflasi dan kenaikan biaya logistik yang dapat berdampak pada masyarakat," lanjutnya.

Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa tercapainya kesepakatan damai tidak berarti seluruh persoalan yang selama ini menjadi sumber ketegangan telah selesai. Menurutnya, masih terdapat berbagai isu strategis yang membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pihak terkait.

"Karena itu, dunia internasional perlu terus mendorong agar perdamaian yang tercapai tidak bersifat sementara, tetapi berkembang menjadi stabilitas yang berkelanjutan," tambahnya.

Sukamta juga menilai perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa penyelesaian konflik pada akhirnya kembali ke jalur diplomasi dan dialog.

"Dari perspektif Indonesia, peristiwa ini juga memberikan pelajaran penting bahwa konflik bersenjata pada akhirnya hampir selalu kembali ke meja diplomasi. Karena itu, pendekatan dialog, negosiasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus selalu menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan perselisihan antarnegara," katanya.

Kesepakatan Damai

Shehbaz Sharif tiba untuk menghadiri sesi pleno forum internasional yang membahas Tahun Perdamaian dan Kepercayaan Internasional serta Hari Netralitas Internasional di Pusat Kongres Ashgabat, Ashgabat, Kamis (12/12/2025). Foto: Alexander Kazakov/Pool/Reuters
Shehbaz Sharif tiba untuk menghadiri sesi pleno forum internasional yang membahas Tahun Perdamaian dan Kepercayaan Internasional serta Hari Netralitas Internasional di Pusat Kongres Ashgabat, Ashgabat, Kamis (12/12/2025). Foto: Alexander Kazakov/Pool/Reuters

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk berdamai. Semua operasi militer yang digelar, termasuk di Lebanon, akan segera dihentikan.

Dilansir AFP, perdamaian itu akan ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang digelar di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni mendatang. Rencananya, penandatanganan akan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden AS, JD Vance.

"Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi praimplementasi ini akan meletakkan dasar untuk pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi," tulis Sharif melalui akun X miliknya.

Presiden AS, Donald Trump, juga mengungkapkan adanya kesepakatan damai dengan Iran. Ia menyebut blokade di Selat Hormuz akan dicabut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambungnya.

Buka sumber asli