Kode BC1 di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
Kode BC1 di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai #newsupdate #update #news #text

Jaksa penuntut umum KPK mengungkap ada kode tertentu dalam amplop yang diduga ditujukan kepada sejumlah pejabat Ditjen Bea Cukai. Amplop berisi uang itu berasal dari pihak swasta.
Hal tersebut disampaikan jaksa dalam uraian tuntutannya terhadap 3 terdakwa pada perkara ini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/6). Ketiganya adalah John Field selaku pimpinan Blueray Cargo Group, Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan, dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi.
Jaksa menuntut John Field 3 tahun penjara serta Dedy dan Andri 2 tahun penjara. Mereka dinilai terbukti menyuap pejabat Ditjen Bea Cukai senilai Rp 91 miliar agar barang impor yang diurus perusahaannya bisa lolos dari pengawasan kepabeanan.
"Bahwa dari fakta persidangan terungkap total uang yang telah diberikan Terdakwa 1, 2, dan 3 kepada pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu RI adalah Rp 61.743.597.000 dalam bentuk mata uang SGD atau setidak-tidaknya sejumlah itu, dan pemberian berupa fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.846.221.515," ungkap jaksa.
"Selain itu, ada juga dilakukan pemberian uang total sejumlah Rp 30.000.000.000 dalam bentuk mata uang SGD kepada Ahmad Dedi alias Dedi Congor, dengan nilai pemberian setiap bulannya sebesar Rp 5.000.000.000 menggunakan mata uang Dolar Singapura. Berdasarkan keterangan Terdakwa 1, pemberian ke Ahmad Dedi alias Dedi Congor dimasukkan ke dalam laporan keuangan pemberian untuk pihak Bea Cukai dengan kode 'Sales 2'," beber jaksa.
Dalam sidang, jaksa membeberkan soal pembukuan manajemen Blueray Cargo Group yang diduga setoran rutin. Termasuk adanya penulisan kode-kode pada amplop uang yang sudah disiapkan, mulai dari BC1 hingga BC5.
“Kode ini selama ini kan menjadi misteri ya bagi teman-teman, siapa sih yang dimaksud BC1? Tahu-tahunya lewat John Field yang memang punya uang, yang ngasih kepada kode BC1. Dan kode BC1 itu dipahami oleh John Field adalah Djaka Budi Utama," kata Jaksa Takdir.
Belum ada keterangan dari pihak Ditjen Bea Cukai maupun Djaka Budi Utama mengenai hal tersebut.