Kevin Warsh Resmi Ditunjuk Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell
Senat AS akhirnya mengesahkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru, di tengah kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Senat Amerika Serikat (AS) resmi mengesahkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) melalui pemungutan suara tipis, di tengah kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS ini dari tekanan politik.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung Rabu (13/5), Warsh disetujui dengan hasil 54 banding 45. Margin tersebut menjadi yang paling tipis dalam sejarah konfirmasi pimpinan bank sentral AS, seperti dikutip dari Bloomberg.
Pemungutan suara ini menunjukkan polarisasi politik di Kongres, serta kekhawatiran Partai Demokrat bahwa Warsh akan mengikuti dorongan Presiden AS Donald Trump untuk segera menurunkan suku bunga.
Hanya satu senator Demokrat, yakni John Fetterman, yang mendukung Warsh untuk menggantikan Jerome Powell. Margin suara Warsh bahkan lebih rendah dibanding konfirmasi Janet Yellen yang memperoleh dukungan 56-26 pada 2014.
Pada masa lalu, dukungan bipartisan terhadap calon pimpinan The Fed merupakan hal lazim. Bahkan Alan Greenspan pernah memperoleh dukungan bulat untuk melanjutkan masa jabatannya pada tahun 2000.

Pemungutan suara Senat dilakukan hanya beberapa jam setelah laporan pemerintah AS menunjukkan inflasi harga produsen meningkat lebih cepat dari perkiraan. Indeks harga produsen (PPI) pada April naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui seluruh estimasi ekonom dalam survei Bloomberg.
Sementara itu, inflasi inti produsen yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi tercatat naik 5,2 persen. Data tersebut menunjukkan kenaikan biaya energi akibat perang Iran mulai menyebar ke berbagai barang lainnya.
Inflasi yang terus bertahan, ditambah lonjakan harga minyak akibat perang Iran, menjadi tantangan besar bagi pembuat kebijakan moneter. Data inflasi konsumen yang dirilis Selasa (12/5) sebelumnya juga menunjukkan harga bensin, bahan makanan, sewa rumah, hingga tarif penerbangan mengalami kenaikan signifikan sepanjang April.
Warsh yang kini berusia 56 tahun sebelumnya pernah menjadi penasihat ekonomi Trump. Namun, ia sempat gagal mendapatkan posisi tertinggi di The Fed pada 2017 ketika Trump memilih Powell sebagai ketua bank sentral. Kini, Warsh dijadwalkan menggantikan Powell yang masa jabatannya berakhir pada Jumat (15/5).

Salah satu perhatian utama terhadap kepemimpinan Warsh adalah apakah ia akan mempertahankan tradisi independensi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga tanpa tekanan politik, terutama menjelang pemilu sela AS yang akan berlangsung kurang dari enam bulan lagi.
Dalam sidang konfirmasinya, Warsh menegaskan kebijakan moneter The Fed akan tetap “sepenuhnya independen” di bawah kepemimpinannya. Namun, Trump yang selama ini kerap mengkritik Powell karena dinilai lambat memangkas suku bunga, secara terbuka menginginkan Warsh segera menurunkan biaya pinjaman.
Di sisi lain, semakin banyak pejabat The Fed yang mulai berpendapat bahwa bank sentral perlu memberi sinyal lebih jelas bahwa langkah suku bunga berikutnya bisa berupa kenaikan maupun penurunan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan bagi Warsh apabila ia berupaya mendorong pemangkasan suku bunga yang tidak dianggap perlu oleh pejabat lainnya.
Selain itu, Warsh juga menyatakan ingin secara bertahap mengurangi neraca The Fed yang mencapai USD 6,7 triliun. Dalam sidang konfirmasi, ia menilai pemangkasan suku bunga lebih adil dibanding ekspansi neraca karena manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Warsh turut mengkritik kinerja The Fed dalam menangani inflasi pada era pemerintahan Presiden Joe Biden. Menurutnya, bank sentral sempat kehilangan fokus terhadap mandat utamanya menjaga stabilitas harga.
Proses konfirmasi Warsh sendiri mulai berjalan lebih lancar setelah Senator Republik dari Carolina Utara, Thom Tillis, bulan lalu mencabut penolakannya terhadap nominasi pejabat The Fed. Langkah itu dilakukan setelah Departemen Kehakiman AS menghentikan penyelidikan pidana terhadap Powell terkait pembengkakan biaya renovasi gedung The Fed.