Kepala BGN Sidak SPPG di Bogor, Apa Hasilnya?
Kepala BGN Sidak SPPG di Bogor: Sejauh Ini Bagus #newsupdate #update #news #text

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat (24/7) dini hari.
"Sekarang jam 04.20, kita sudah di 2 titik, kita sudah sidak tadi," kata Sudaryono kepada wartawan.
Ini merupakan sidak perdana Sudaryono setelah resmi dilantik menjadi Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7) lalu.
Dua SPPG yang disidak itu, yakni SPPG Pasir Kuda 003 yang terletak di daerah Bogor Barat dan SPPG Cipaku 2 di daerah Kota Bogor. Sidak kedua titik tersebut berlangsung pada sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.

Ia mengatakan, ada dua tujuan utama dalam sidak ini.
"Yang pertama tentu saja kita datang tanpa pemberitahuan. Yang kedua menyemangati dapur dan petugas yang memang bagus," ungkapnya.
Sudaryono menyebut, proses produksi MBG yang ada saat ini sudah berjalan baik.
"Saya harus katakan bahwa dari semua dapur, mayoritas hampir semua bagus,” ujarnya.
“Sejauh ini sih, so far, bagus. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih. Paling saya kira tinggal dipertahankan,” lanjutnya.
Titip Pesan ke Kepala SPPG

Sudaryono menemui langsung para petugas hingga Kepala SPPG. Ada satu pesan yang ia titipkan kepada mereka.
"Jadi memang tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas di dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya," tutur Sudaryono.
"Bekerja bukan hanya kerja nyari duit yang penting kasih makan, bukan, tapi benar-benar dilihat. Menunya ini kan bisa dilihat itu, kasat mata, ini menu layak enggak layaknya. Itu yang menjadi penting," sambungnya.
Apalagi, Sudaryono menambahkan, sudah ada standar yang perlu dipenuhi dalam produksi makanan MBG ini.
"Jadi juklak, juknis, SOP tetap dilaksanakan, tapi lebih dari itu, on top of that, itu ya, lihat pakai common sense, pakai hati, pakai akal sehat yang baik, gitu," ujarnya.
Janji Tindak SPPG yang Tak Beres

Sudaryono menegaskan akan menindak SPPG yang bermasalah. Ia bahkan tak segan akan menutup dapur yang tidak bisa memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, maupun pelayanan.
“Yang bagus kita pertahankan. Nah, yang yang kurang bagus kita perbaiki segera. Yang melanggar, yang enggak ngerti—yang mohon maaf, yang barangkali tidak bisa diperbaiki, ya terpaksa harus kita tutup," tegas dia.
Sudaryono mengungkapkan, mesti ada sistem reward and punishment bagi SPPG-SPPG yang ada.
"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya enggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya enggak disiplin, petugasnya enggak enggak bagus, ya kita mesti—mesti hentikan, ya. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," jelas Sudaryono.