Kenapa Freestyle Bahaya Bagi Anak dan Bisa Sebabkan Meninggal Dunia?
Berita duka datang dari Lombok NTB akibat mengikuti gerakan freestyle dari game online. Namun, seberapa bahaya gerakan tersebut? Yuk cek di sini, Moms.#momsupdate #moms #update #text

Moms, anak adalah peniru ulung. Biasanya anak-anak akan menirukan apa yang dilihat baik secara nyata ataupun lewat game online.
Beberapa minggu lalu, nasib nahas menimpa siswa kelas 1 SD asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Hamad Izan Wadi (8), di Desa Lenek Baru, Kabupaten Lombok Timur, NTB, yang meninggal akibat mengikuti gerakan freestyle dari game online yang dimainkannya.
Meski sempat sembuh usai operasi, ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu (3/5). Lantas, kenapa freestyle bisa seberbahaya itu?
Kenapa Freestyle Bisa Bahaya untuk Anak?
Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis anak yang juga pengurus IDAI, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) mengatakan bahwa sebetulnya freestyle masih boleh dilakukan.
"Handstand (freestyle) masih boleh dilakukan asal berlatih dengan tenaga profesional atau di gimnastik untuk memastikan otot anak kuat. Tapi tidak boleh sembarangan karena akan menimbulkan risiko, bahkan hingga kematian," katanya kepada kumparanMOM beberapa hari lalu.
Beberapa risiko yang bisa terjadi akibat freestyle tanpa berlatih bersama ahlinya:
1. Patah tulang tangan
2. Cedera leher yang mengakibatkan gangguan pernapasan
3. Adanya pendarahan di dalam otak
Merespons kejadian ini, Kapolsek Lenek Ipda Prima Yogi meminta seluruh masyarakat untuk memantau anak-anaknya agar tidak melakukan hal serupa. Sebab aksi freestyle yang mencontoh game Free Fire ini memang sedang ramai dilakukan anak-anak di berbagai daerah.
"Agar orang tua selalu mengawasi tontonan anak di HP, karena tayangan freestyle tersebut pasti dari postingan yang adegannya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih, selain itu, kita juga meminta pengawasan dari guru juga di lingkungan sekolah kepada anak-anak muridnya," ujarnya.