Kemensos Beri Bantuan dan Dampingi Anak Penulis Naskah Proklamasi Sayuti Melik
Mensos Gus Ipul tegaskan pentingnya konsolidasi data agar pemerintah dapat memberikan intervensi sosial yang tepat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk keluarga pahlawan nasional, Kamis (16/7/20

Kementerian Sosial telah memberikan bantuan kepada Heru Baskoro (84), anak penulis naskah proklamasi sekaligus Pahlawan Nasional Sayuti Melik. Heru dan istrinya, Treyzia Noviani, telah dibawa ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, untuk mendapatkan bantuan residensial, rehabilitasi medis, dan sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mendapat informasi tentang kondisi Heru.
"Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," kata Gus Ipul, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, Heru dan Treyzia selama kurang lebih 21 tahun hidup dan menetap di Kanada dengan status permanent resident. Namun, kehidupan keduanya berubah setelah Heru mengalami gangguan penglihatan. Biaya pengobatan menghabiskan sebagian besar tabungan Heru dan Treyzia, sehingga saat ini keduanya mengalami kesulitan finansial.
Gus Ipul menjelaskan, pihaknya akan melakukan asesmen lanjutan untuk mengetahui jenis bantuan yang dibutuhkan oleh keluarga pahlawan nasional Republik Indonesia tersebut sesuai dengan program yang dimiliki Kemensos. Saat ini, Heru dan Treyzia diberikan tempat tinggal sementara di STPL Bekasi.
"Kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita. Sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya. Kemudian kita lakukan pendampingan dan ke depan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu," jelasnya.

Gus Ipul menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pentingnya data akurat mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar terlibat aktif dalam pemutakhiran data.
"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data," ungkapnya.
"Jadi kita tidak akan tahu, kita tidak akan lakukan tindakan, kalau kita tidak melakukan data yang baik. Nah, inilah yang sedang kita lakukan setahun terakhir ini dengan daerah supaya kita dapat data yang lebih akurat," tambahnya menjelaskan.
Sehubungan dengan hal ini Kemensos telah melakukan identifikasi kebutuhan dasar serta kondisi kesehatan Heru dan Treyzia. Koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan sumber-sumber dukungan masyarakat sedang diupayakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar keduanya selama proses penanganan kasus ini.
Selain itu, Kemensos juga akan melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap kondisi keluarga, dokumen pendukung, kepemilikan aset, serta informasi lain yang diperlukan sebagai dasar penetapan intervensi sosial yang tepat.