News Berita

Kemenkes: Kemajuan Teknologi Berdampak ke Kesehatan, Bikin Tak Harus Jalan Jauh

Kemenkes: Kemajuan Teknologi Berdampak ke Kesehatan, Bikin Tak Harus Jalan Jauh #newsupdate #update #news #text

Kemenkes: Kemajuan Teknologi Berdampak ke Kesehatan, Bikin Tak Harus Jalan Jauh
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI di Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025).
 Foto: Eka Nurjanah/kumparan
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI di Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik di kalangan generasi muda sebagai salah satu faktor pemicu meningkatnya kasus diabetes di Indonesia. Kemajuan teknologi dinilai menjadi salah satu penyebabnya.

“Sebenarnya bukan salah anak muda sekarang, tapi memang dengan kemudahan dan kemajuan teknologi itu berakibat juga terhadap kesehatan," kata Siti kepada wartawan, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, teknologi yang ada saat ini membuat orang-orang lebih jarang untuk bergerak. Sebab, setiap kebutuhan bisa terpenuhi dengan mudah.

"Dengan kemudahan teknologi kita tidak harus berjalan terlalu jauh, kemudian makanan juga bisa langsung tersedia karena dikejar waktu dan pekerjaan," ucap dia.

Menurutnya, kebiasaan tersebut menciptakan apa yang disebut lingkungan obesogenik, yakni kondisi yang mendorong seseorang menjadi lebih mudah obesitas akibat pola hidup yang tidak sehat.

“Selain obesogenik, ada juga perilaku sedentari, yaitu kebiasaan fokus pada gadget sehingga tidak melakukan aktivitas fisik. Itulah perilaku-perilaku yang harus kita terus ubah dari masyarakat ataupun generasi muda kita,” jelas Siti.

Ilustrasi bermain gadget sambil tiduran. Foto: Julija Sulkovska/Shutterstock
Ilustrasi bermain gadget sambil tiduran. Foto: Julija Sulkovska/Shutterstock

Selain itu, tren makanan viral yang tinggi gula, garam, dan lemak juga memperbesar risiko diabetes apabila dikonsumsi berlebihan.

Ia menegaskan tidak ada makanan yang sepenuhnya yang dilarang. Masyarakat tetap dapat mengkonsumsi makanan favoritnya selama diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

“Kalau hari ini minum minuman yang warnanya merah bukan berarti besok tidak boleh lagi. Boleh, tapi artinya nanti sore harus bergerak,” tambah Siti.

Ia mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini untuk menekan risiko diabetes yang terus meningkat.

“Jangan sedentari, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Jaga supaya obesitas tidak terjadi serta lakukan cek kesehatan secara rutin,” tutur Siti.

Buka sumber asli