News Berita

Kalahkan Petenis Nomor 1 Dunia, Naomi Osaka Bangkit setelah Jadi Ibu

Usai mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, di Wimbledon 2026, Naomi menunjukkan, jeda karena motherhood bukan akhir dari perjalanan. #momsupdate #mom #update #text

Kalahkan Petenis Nomor 1 Dunia, Naomi Osaka Bangkit setelah Jadi Ibu
Petenis Jepang Naomi Osaka melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS
Petenis Jepang Naomi Osaka melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS

Perjalanan comeback Naomi Osaka akhirnya mencapai salah satu momen terbaiknya. Petenis asal Jepang itu sukses mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, di babak keempat Wimbledon 2026 dengan skor 6-2, 7-6(2). Kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya Osaka berhasil melaju ke perempat final Wimbledon.

Hasil tersebut terasa semakin istimewa mengingat Osaka sempat kalah tiga kali dari Sabalenka pada musim ini. Dikutip dari Reueters, kali ini, ia tampil percaya diri sejak awal pertandingan dengan servis yang solid dan permainan agresif yang membuat Sabalenka kesulitan mengembangkan permainan. Kemenangan itu sekaligus menghentikan rekor panjang Sabalenka yang belum pernah kalah dua set langsung di turnamen Grand Slam sejak 2020.

Namun, kemenangan ini bukan hanya soal tenis. Ini juga menjadi simbol perjalanan panjang Osaka setelah menjalani peran baru sebagai seorang ibu.

Menjadi Ibu Mengubah Cara Pandang Naomi Osaka

Petenis Jepang Naomi Osaka melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS
Petenis Jepang Naomi Osaka melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS

Osaka melahirkan putrinya, Shai, pada Juli 2023 dan sempat mengambil jeda dari dunia tenis. Selama masa tersebut, ia beberapa kali bercerita bahwa pengalaman menjadi ibu membuatnya memiliki perspektif yang berbeda tentang kehidupan maupun kariernya.

Dalam wawancara yang dikutip SB Nation, Osaka mengatakan bahwa menjadi ibu membuatnya tidak lagi terpaku pada ekspektasi orang lain.

"I think becoming a mom has changed my perspective a lot," ujarnya.

Dalam dokumenter dan berbagai wawancaranya setelah kembali bertanding, Osaka juga mengungkapkan bahwa kini ia ingin menikmati setiap proses yang dijalaninya. Ia tidak lagi bermain hanya demi memenuhi harapan publik, melainkan karena benar-benar mencintai olahraga yang telah membesarkan namanya.

Motherhood Bukan Akhir dari Mimpi

Petenis Jepang Naomi Osaka bersiap melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS
Petenis Jepang Naomi Osaka bersiap melawan melawan petenis Belarusia Aryna Sabalenka pada babak keempat Wimbledon 2026 di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Minggu (5/6/2026). Foto: Andrew Couldridge/REUTERS

Kemenangan atas Sabalenka menjadi bukti bahwa jeda karena motherhood bukan berarti karier telah selesai. Setelah kembali ke tur profesional pada 2024, Osaka perlahan membangun lagi kondisi fisik, mental, dan kepercayaan dirinya hingga akhirnya mampu kembali bersaing di level tertinggi.

Perjalanan Osaka pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, terutama para ibu, bahwa mimpi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Menjadi ibu mungkin mengubah ritme hidup, tetapi bukan berarti harus mengubur cita-cita atau berhenti mengejar hal-hal yang dicintai.

Kini, di Wimbledon, Naomi Osaka tidak hanya meraih kemenangan besar atas petenis nomor satu dunia. Ia juga menunjukkan bahwa seorang ibu tetap bisa kembali menjadi juara.

Buka sumber asli