News Berita

Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau, Aspal yang Membelah Delta Sungai Mutiara

Menjajal Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM), jalur penyeberangan sekaligus terowongan laut terpanjang di dunia.

Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau, Aspal yang Membelah Delta Sungai Mutiara
Salah satu spot foto di pulau buatan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Salah satu spot foto di pulau buatan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Hamparan luas Delta Sungai Mutiara (Zhujiang), pertemuan muara sungai dengan Laut China Selatan, dihiasi oleh suatu jembatan megah yang dikenal sebagai jalur penyeberangan sekaligus terowongan laut terpanjang di dunia.

Kalau Indonesia punya Jembatan Suramadu, China punya Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Namun, perbedaan panjangnya sangat signifikan: sekitar 10 kali lipatnya. Jembatan HZM punya total panjang 55 kilometer.

Tidak hanya menjadi ikon konstruksi rumit dan canggih kebanggaan China, jembatan itu sangat penting untuk menghubungkan arus logistik di seluruh wilayah Greater Bay Area (GBA), dan Provinsi Guangdong pada umumnya.

Siang hari yang sangat terik nan lembab di Zhuhai tidak melunturkan semangat rombongan jurnalis dari 8 negara Asia Pasifik menjajal jembatan tersebut, pada Rabu (22/4). kumparan berkesempatan menjadi salah satu peserta program APEC-themed Media Training yang diadakan China International Press Communication Center (CIPCC).

Perjalanan dimulai dari pulau buatan (artificial island) Pelabuhan Zhuhai. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, bus yang kami tumpangi melewati gerbang tol dan resmi memasuki jembatan.

Gerbang tol Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Gerbang tol Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Bak berkendara di jalan raya, perjalanan tersebut terbilang tenang, tanpa gangguan kemacetan maupun retakan lubang. Pemandu kami mengatakan peran terpenting jembatan ini yakni mewujudkan konektivitas darat Hong Kong, Zhuhai, dan Macau untuk pertama kalinya dalam kerangka satu negara, dua sistem.

"Perencanaan jembatan dimulai pada tahun 2003, dan membutuhkan waktu enam tahun untuk seluruh proses perencanaan. Pengembangan dan konstruksi sebenarnya dimulai pada tahun 2009," kata penerjemah sekaligus pemandu kami selama di Guangdong, Zhang Ling.

Memasuki wilayah Muara Lingding, perairan di sini berwarna keruh karena dangkal, membawa pasir dan sedimen lain ke laut. Adapun Zhuhai dikenal sebagai kota dengan ratusan pulau. Beriringan dengan pembangunan jembatan HZM, China juga membangun 4 pulau buatan.

Kota Zhuhai dilihat dari Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Kota Zhuhai dilihat dari Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Kami pun memasuki area jembatan utama yang memiliki 3 bagian saluran navigasi, yakni Jiuzhou, Jianghai, dan Qingzhou dengan keunikan masing-masing. Jalur navigasi Jianghai memiliki tiang-tiang menyerupai lumba-lumba putih China yang terancam punah.

Menariknya, eksistensi jembatan mulai dari tahapan konstruksi hingga operasional tidak mengganggu habitat lumba-lumba putih China. Pada kawasan konservasi inti, setidaknya terdapat 2.000 lumba-lumba putih hidup berdampingan dengan jembatan raksasa tersebut.

"Salah satu tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk memastikan bahwa lumba-lumba putih China tidak dipaksa untuk pindah dan kami telah berhasil melakukannya. Jembatan dan lumba-lumba hidup berdampingan dengan sempurna," kata Zhang.

Denah Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Denah Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Tidak lama kemudian, kami memasuki area jalur navigasi Qingzhou yang memiliki bentang utama terpanjang sekitar 458 m, sekaligus titik tertinggi jembatan yakni sekitar 42 meter di atas permukaan laut. Desain tiang jembatan ini juga unik, menyerupai simpul tradisional China.

Bagian ini juga menjadi jalur navigasi kapal kargo atau logistik tersibuk, dengan rata-rata 4.000 kapal berlalu-lalang di bawah jembatan setiap harinya, sebagian besar berasal dari atau menuju Pelabuhan Hong Kong, Shenzhen, Guangzhou, atau Zhuhai.

Menembus Terowongan Bawah Laut

Setelah melewati titik tertinggi jembatan, kami langsung dibawa ke titik terendah jembatan, yakni sekitar 40 meter di bawah permukaan laut. Kami berkendara menembus delta Sungai Mutiara melalui terowongan bawah laut.

Penampakan terowongan bawah laut yang tersambung dengan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Penampakan terowongan bawah laut yang tersambung dengan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Rasanya sama saja seperti melewati jalan underpass yang ada di Jakarta atau kota-kota besar lain. Saya sampai tidak menyangka sedang berada di bawah laut, karena sinyal gawai tidak berkurang sama sekali. Hal itu memang menjadi salah satu keunggulan teknis yang dibanggakan pembuatnya.

Tidak hanya ratusan meter, terowongan ini memiliki total panjang 6,7 kilometer. Kami hanya butuh sekitar 5 menit sampai keluar dari terowongan, sebelum akhirnya berbelok ke arah gedung pameran Jembatan HZM yang berada di pulau buatan berjarak 12 kilometer dari Hong Kong. Total jarak yang kami tempuh dari titik awal yakni sekitar 30 kilometer.

Keajaiban Konstruksi Jembatan dan TerowTerowongan HZM

Jembatan dan terowongan HZM memiliki standar lebar yang serupa dengan hasil yang mulus karena semua elemen disiapkan di darat, kemudian diangkut dan disambungkan di laut, layaknya permainan Lego kesukaan anak-anak kecil.

Namun, keberhasilan konstruksi terowongan tidak bisa tercapai tanpa kerja sama dengan negara lain, misalnya untuk pra-fabrikasi elemen terowongan menggunakan cetakan dari Jerman, konstruksi terowongan dibantu para ahli konsultan Jepang, hingga proses penyambungan penahan air terowongan dibantu perusahaan Belanda.

"Ini adalah proyek rekayasa komprehensif pertama yang memiliki jembatan, pulau, dan terowongan. Jadi ini adalah proyek teknik komprehensif yang sangat terintegrasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kami tidak memiliki pengalaman dan keahlian untuk setiap bagiannya," kata Zhang.

Assistant Director of HSE of Hongkong-Zhuhai-Macao Bridge Authority, Wang Yan Lin. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.
Assistant Director of HSE of Hongkong-Zhuhai-Macao Bridge Authority, Wang Yan Lin. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.

Assistant Director of HSE of Hongkong-Zhuhai-Macao Bridge Authority, Wang Yan Lin, mengatakan bagian terowongan bawah laut memiliki 33 elemen, masing-masing sepanjang 180 meter. Perusahaan juga menggunakan sambungan khusus di setiap elemen untuk memastikan seluruhnya tersegel dan aman dari kebocoran.

"Masa pakai desain untuk untuk keseluruhan proyek ini, adalah 120 tahun. Kami mengadopsi standar 3D, yang merupakan standar yang sangat tinggi. Jembatan ini merupakan proyek rekayasa yang sangat kompleks," ungkapnya.

Wang menuturkan, teknik yang sama pun akhirnya diaplikasikan pada konstruksi jembatan laut lainnya di China, misalnya jembatan laut Shenzhen-Zhongshan.

Model elemen terowongan bawah laut Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.
Model elemen terowongan bawah laut Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.

Keamanan dan Keselamatan

Meskipun memecahkan rekor sebagai jembatan penyeberangan laut terpanjang di dunia hingga saat ini, bukan berarti Jembatan HZM mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan.

Wang mengatakan jembatan yang mulai beroperasi pada 23 Oktober 2018 ini memiliki sistem pemeliharaan yang rutin. Selama 7 tahun terakhir, ia memastikan Biro Manajemen Jembatan terus memantau struktur utama jembatan agar selalu aman.

Delta Sungai Mutiara dilihat dari salah satu pulau buatan di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.
Delta Sungai Mutiara dilihat dari salah satu pulau buatan di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.

"Kami memiliki pusat pemantauan, kami memiliki departemen pemeliharaan, semuanya ada di sana 24 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk memastikan operasi yang aman," ungkapnya.

Kendati begitu, Wang tidak memungkiri jembatan harus ditutup saat keadaan darurat, salah satunya saat angin topan Ragasa yang melanda Hong Kong dan Macau pada 2025 lalu, yang merupakan siklon tropis terkuat sepanjang tahun tersebut.

"Pada tahun 2025, ada dua topan besar yang menyebabkan kami menutup jembatan, masing-masing selama sekitar 10 jam, dan kemudian akan dibuka kembali," jelas Wang.

Gerbang tol Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.
Gerbang tol Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan.

Bisa dibilang, Jembatan HZM merupakan salah satu keajaiban dalam dunia konstruksi. Wajar jika pemerintah China mengagungkan infrastruktur tersebut, apalagi perannya yang vital dalam aksesibilitas masyarakat. Bayangkan saja, Zhuhai dan Hong Kong bisa ditempuh hanya dalam 30 menit, dari sebelumnya 3 jam.

Terlepas dari serangkaian kontroversi dan tantangan yang menyertainya—pembengkakan biaya hingga kematian para pekerja—proyek raksasa dengan investasi USD 20 miliar tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi keajaiban konstruksi lain di kemudian hari.

Buka sumber asli