Jalan di Pesanggrahan Kini Tak Lagi Tergenang Usai Saluran Air Dikeruk
Jalan di Pesanggrahan Kini Tak Lagi Tergenang Usai Saluran Air Dikeruk #newsupdate #update #news #text

Jalan H Muchtar Raya di perbatasan Joglo, Jakarta Barat, dan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang selama ini kerap tergenang air, kini terlihat kering.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi pada Minggu (21/6), genangan air yang biasanya menutupi badan jalan sudah tidak terlihat.
Meski demikian, kondisi jalan masih tampak rusak dan berlubang di sejumlah titik. Hal itu membuat pengendara harus tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Bahkan terdapat papan imbauan untuk berhati-hati saat melintas di kedua ruas jalan di kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Agus (60), mengatakan genangan di lokasi itu sudah terjadi sejak lama dan menjadi masalah yang tak kunjung selesai.
“Betul. Mau hujan, panas, tetap banjir,” kata Agus saat ditemui kumparan.

Agus yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi menyebut, genangan tak lagi muncul setelah petugas melakukan pengerukan saluran air di kawasan tersebut.
“Ya karena udah disedot, kan udah dikeruk dia punya got-gotnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengerukan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh petugas Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dengan menggunakan alat berat untuk membersihkan saluran di bagian tengah jalan.
“Ini, got-got yang ada di tengah, pakai beko,” katanya sambil menunjuk titik yang dimaksud.
Meski genangan untuk sementara sudah surut, Agus menilai persoalan banjir di kawasan itu belum sepenuhnya selesai. Menurutnya, jalan tersebut sempat diperbaiki, namun kembali rusak dalam waktu singkat akibat sering terendam air.
“Belum lama diperbaiki sebenarnya. Cuma kuat sebulan doang hancur lagi,” ucapnya.

Agus juga mengatakan warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan. Namun, penanganan yang dilakukan dinilai belum menyentuh akar masalah.
“Ya ngeluh, sebenarnya memang mengeluh. Udah laporan ke RT, lurah juga udah. Sampai camat udah nyampai berita itu,” ujarnya.
Menurut Agus, genangan di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak sekitar 2006. Bahkan, kondisi itu disebut tetap terjadi meski tidak sedang musim hujan.
“Udah lama, sekitar 2006 lah. Kemarau pun banjir,” katanya.

Ia menyebut sumber air berasal dari saluran permukiman warga yang mengalir ke drainase jalan. Namun, karena saluran kerap tersumbat, air akhirnya meluap dan menggenangi badan jalan.
“Dari belakang, saluran rumah warga, terus ke got. Cuma gotnya mampet, jadinya banjir,” ujarnya.
Meski saat ini kondisi sudah terlihat lebih kering setelah pengerukan, warga berharap ada penanganan yang lebih permanen agar persoalan genangan dan kerusakan jalan tidak terus berulang di kemudian hari.