News Berita

Jalan Cinta di Pulogadung Retak dan Amblas, Pram Pastikan Segera Diperbaiki

Jalan Cinta di Pulogadung Retak dan Amblas, Pram Pastikan Segera Diperbaiki #newsupdate #update #news #text

Jalan Cinta di Pulogadung Retak dan Amblas, Pram Pastikan Segera Diperbaiki
Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jalan Cinta di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur yang retak dan amblas akan segera diperbaiki.

“Yang di Pulogadung, saya sudah memerintahkan. Itu kan dulu Sumber Daya Air yang mengerjakan. Kemudian memang amblas dan bronjongannya sudah kita minta untuk segera dilakukan,” kata Pramono usai ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Ia menambahkan, dirinya juga telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menyelesaikan perbaikan tersebut dengan menggandeng PT Jasa Marga.

Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

“Kemarin saya sudah minta kepada SDA untuk segera menyelesaikan, termasuk kerja sama dengan Jasa Marga,” ujarnya.

Sebelumnya, Jalan Cinta di RT 11 RW 03, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami keretakan dan amblas hingga menyulitkan pengendara untuk melintas.

Jalan tersebut merupakan salah satu akses alternatif yang setiap hari digunakan warga menuju kawasan permukiman maupun berbagai pusat aktivitas ekonomi.

Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (7/7) menunjukkan badan jalan mengalami penurunan dengan permukaan aspal yang miring serta retakan memanjang. Barikade dipasang di kedua ujung jalan agar kendaraan, terutama sepeda motor, melintas secara bergantian.

Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
Kondisi Jalan Cinta Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Salah seorang warga, Sarmin (52), mengatakan warga terpaksa menggunakan jalur alternatif, khususnya untuk kendaraan roda empat yang sudah tidak bisa melintasi bagian jalan yang amblas.

“Ya, menyiasatinya kita lewat jalur alternatif. Jalur alternatifnya itu aja kalau mobil cuma nggak bisa berseberangan, cuma gantian,” ujar Sarmin.

Menurutnya, jalan yang mengalami amblas memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 8 meter. Dari total lebar tersebut, sekitar 7 meter terdampak penurunan tanah.

“Kalau panjang yang ambles sih kemungkinan kurang lebih 100 meter ada kayaknya. Lebar jalan ini 8 meter, cuma yang kena dampak ambles nih 7 meter,” katanya.

Warga menyebut kondisi jalan mulai amblas sejak Maret 2026 imbas pengerukan Kali Sunter yang ada di samping jalan. Sejak saat itu, permukaan tanah terus mengalami penurunan secara bertahap sehingga kondisi jalan dinilai semakin membahayakan bagi pengguna jalan.

Buka sumber asli