News Berita

IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia #bisnisupdate #update #bisnis #text

IPO SpaceX Pecahkan Rekor, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
CEO Tesla, Elon Musk tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
CEO Tesla, Elon Musk tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Saham SpaceX melonjak pada hari pertama perdagangan Jumat setelah perusahaan milik Elon Musk itu mencatat sejarah melalui penawaran umum perdana (IPO) senilai USD 75 miliar atau setara dengan Rp 1.333 triliun atau Rp 1,333 kuadriliun (dengan kurs Rp 17.775 per dolar AS).

Mengutip Bloomberg, Sabtu (13/2), nilai IPO tersebut langsung menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang roket, satelit, dan Artificial Intelligence (AI) tersebut sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di dunia.

Saham SpaceX dibuka pada harga USD 150 per lembar di Nasdaq pada pukul 11.46 waktu New York, atau 11 persen di atas harga penawaran IPO sebesar USD 135.

Saham tersebut kemudian melonjak hingga mencapai USD 168,75. Kenaikan itu membuat Musk menjadi triliuner pertama di dunia sekaligus mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui USD 2 triliun.

Meski Presiden SpaceX Gwynne Shotwell, Kepala Keuangan Bret Johnsen, dan ibu Musk, Maye Musk, hadir bersama sejumlah pihak di Nasdaq MarketSite untuk menyaksikan debut saham perusahaan, Musk memilih tetap berada di kantor pusat SpaceX di Starbase, Texas.

Selain itu, banyak karyawan SpaceX juga disibukkan oleh agenda lain. Sekitar satu jam sebelum pembukaan pasar saham AS, perusahaan meluncurkan 29 satelit Starlink ke orbit menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida.

“Sulit dipercaya bahwa perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) terbesar yang pernah ada,” kata Musk dalam siaran langsung di X atau bagian dari SpaceX.

Roket Starship 39 milik SpaceX meluncur dari Starbase dalam uji coba penerbangan ke-12, terlihat dari South Padre Island, Texas (22/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP
Roket Starship 39 milik SpaceX meluncur dari Starbase dalam uji coba penerbangan ke-12, terlihat dari South Padre Island, Texas (22/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

“Dan izinkan saya memberi tahu Anda, jika orang-orang memberi tahu saya bahwa ini akan terjadi, saya akan berpikir, wah, Anda pasti sedang mengisap kokain yang sangat bagus, karena saya pikir perusahaan ini akan gagal,” tambahnya.

IPO perusahaan tersebut menarik permintaan lebih dari USD 350 miliar dari investor institusional maupun ritel, menurut sumber yang mengetahui proses tersebut. Sekitar 70 persen saham yang dialokasikan kepada investor institusional diberikan kepada investor jangka panjang (long-only investors) dan dana kekayaan negara (sovereign wealth funds).

BlackRock Inc. disebut berupaya membeli saham senilai sekitar USD 5 miliar dalam IPO tersebut, sementara Dana Investasi Publik Arab Saudi dan Otoritas Investasi Kuwait memesan saham senilai antara USD 1 miliar hingga USD 5 miliar.

Berdasarkan sejumlah sumber, hampir sepertiga perusahaan yang mengajukan pemesanan saham dalam IPO tersebut tidak memperoleh alokasi saham sama sekali. Terlepas dari tingginya antusiasme terhadap pencatatan saham SpaceX, banyak investor tetap skeptis bahwa perusahaan yang belum membukukan keuntungan layak memperoleh valuasi sebesar itu.

“Dari segi fundamental, investor terlalu terburu-buru,” kata Kepala Riset di Energy Group Capital Group Amanda Lyons.

Dia menambahkan, valuasi berdasarkan metode penjumlahan bagian-bagian bisnis (sum-of-the-parts) menurutnya hanya sekitar USD 600 miliar, atau sekitar sepertiga dari kapitalisasi pasar saat IPO.

“Tetapi 'mahal' tidak pernah menjadi katalis bagi Elon Musk, dan bertaruh melawan harga premiumnya telah menjadi perdagangan yang merugikan selama satu dekade,” imbuhnya.

Sejumlah mobil listrik Cybertruck Tesla terparkir di luar fasilitas SpaceX di Starbase, Texas (21/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP
Sejumlah mobil listrik Cybertruck Tesla terparkir di luar fasilitas SpaceX di Starbase, Texas (21/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Di sisi lain, para pendukung setia Musk menilai premi valuasi yang melekat pada perusahaan-perusahaannya memiliki dasar yang kuat.

“IPO SpaceX menandai titik transisi dari dunia yang didominasi perangkat lunak ke dunia yang didominasi perangkat keras,” kata Shaun Maguire, mitra di Sequoia Capital yang telah memimpin investasi perusahaan tersebut di berbagai bisnis milik Musk.

“Ini berlaku di seluruh ekonomi riil, modal ventura, pasar publik, ini adalah sesuatu yang telah berkembang di balik layar selama dua hingga tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Perdagangan pada hari Jumat (12/6) menjadi ujian penting bagi perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan yang bernilai sekitar USD 1,8 triliun tersebut. Bahkan setelah menghimpun dana terbesar sepanjang sejarah melalui IPO, SpaceX masih membutuhkan validasi pasar terhadap ambisinya untuk mendominasi industri kecerdasan buatan serta membawa manusia ke Bulan dan Mars. Selain itu, perusahaan juga menghadapi sorotan terkait struktur tata kelola yang kontroversial karena memberikan kendali hampir penuh kepada Musk.

Besarnya skala debut SpaceX yang belum pernah terjadi sebelumnya turut membuat mekanisme pasar menjadi lebih kompleks. Kekhawatiran akan potensi gangguan teknis, seperti yang pernah terjadi pada IPO Facebook pada 2012, diperkirakan akan membuat para eksekutif pasar tetap waspada.

Hari pertama perdagangan tidak hanya akan menentukan sentimen untuk sesi-sesi berikutnya, tetapi juga memengaruhi prospek dua calon IPO besar dari pesaing SpaceX di bidang AI, yakni Anthropic PBC dan OpenAI.

“Ini menandai gelombang IPO yang cukup besar. Pasar modal bersedia membiayai perusahaan-perusahaan luar biasa ini seiring kita membangun infrastruktur AI,” kata Presiden Goldman Sachs Group Inc., John Waldron.

Transaksi ini juga akan menentukan apakah Musk benar-benar menjadi triliuner pertama di dunia, sebuah gelar yang hingga kini masih belum diraihnya. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Musk tercatat sekitar USD 970 miliar pada Kamis (11/6).

Buka sumber asli