News Berita

Ingin Terhindar dari Batu Ginjal? Terapkan 3 Kebiasaan Ini

Apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah batu saluran kemih? Simak penjelasannya! #momsupdate #update #mom #text

Ingin Terhindar dari Batu Ginjal? Terapkan 3 Kebiasaan Ini
Ingin Terhindar dari Batu Saluran Kemih? Terapkan 3 Kebiasaan Ini. Foto: Shutterstock
Ingin Terhindar dari Batu Saluran Kemih? Terapkan 3 Kebiasaan Ini. Foto: Shutterstock

Kurang minum air putih, terlalu banyak mengonsumsi garam, hingga pola makan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal alias batu saluran kemih. Padahal, kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dalam acara acara Media Gathering Penangan Terkini Batu Saluran Kemih bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Rabu (22/7), Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.

Ini Cara Cegah Batu Saluran Kemih

Ilustrasi minum air putih. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
Ilustrasi minum air putih. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

1. Minum Air Putih 2-3 Liter per Hari

Menurut dr. Teguh, salah satu cara paling efektif untuk mencegah batu ginjal adalah mencukupi kebutuhan cairan setiap hari.

Ia menyarankan orang dewasa minum sekitar 2-3 liter air putih per hari, dengan target produksi urine sekitar 2-2,5 liter per hari.

Cara sederhana untuk menilainya adalah memperhatikan frekuensi dan warna urine. Idealnya, seseorang buang air kecil sekitar 6-7 kali sehari dengan warna urine yang jernih.

"Kalau kita kencingnya 6 kali, tapi kencingnya keruh, pekat berarti kita mengalami dehidrasi. Dan itu berpotensi untuk batu saluran kemih,” ucapnya.

Ilustrasi makan sayuran. 
 Foto: Shutterstock
Ilustrasi makan sayuran. Foto: Shutterstock

2. Perbanyak Konsumsi Serat dan Tetap Aktif Bergerak

Selain cukup minum, dr. Teguh juga menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi serat. Menurutnya, serat dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan sehingga risiko dehidrasi berkurang.

Ia juga mengingatkan agar konsumsi suplemen kalsium tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan aktivitas fisik. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada perempuan yang telah menopause dan rutin mengonsumsi kalsium, tetapi jarang bergerak.

Ilustrasi Makanan tinggi garam. Foto: Motortion Films/Shutterstock
Ilustrasi Makanan tinggi garam. Foto: Motortion Films/Shutterstock

3. Kurangi Makanan Asin

Hal lain yang tak kalah penting adalah membatasi konsumsi garam. Menurut dr. Teguh, penelitian menunjukkan konsumsi garam berlebihan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

“Penyebab terbentuknya batu saluran kemih adalah Pada orang yang konsumsi garamnya 4-5 gram per hari. Sementara itu, rata-rata konsumsi garam masyarakat Indonesia masih tergolong tinggi, yakni sekitar 8-10 gram per hari. Garam dinilai dapat menurunkan kadar sitrat dalam urine. Padahal, sitrat berperan membantu menghambat pembentukan batu di saluran kemih,” dr.Teguh.

Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, dalam acara Media Gathering Penangan Terkini Batu Saluran Kemih bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, dalam acara Media Gathering Penangan Terkini Batu Saluran Kemih bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat mulai membatasi makanan tinggi garam, mencukupi kebutuhan cairan, memperbanyak konsumsi serat, dan tetap aktif bergerak sebagai langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih.

Buka sumber asli