Industri Mamin RI Kian Dilirik Global, Pelaku Usaha Perluas Pasar Ekspor
Industri makanan dan minuman nasional perluas pasar ekspor, didorong tingginya permintaan pangan olahan, minuman, hingga specialty food dari berbagai negara. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia semakin dilirik pasar global, seiring pertumbuhan sektor yang melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut mendorong pelaku usaha memperluas ekspansi bisnis dan memperkuat penetrasi pasar ekspor di tengah meningkatnya permintaan produk pangan olahan, minuman, hingga specialty food dari berbagai negara.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri makanan dan minuman menjadi salah satu penopang utama manufaktur nasional. Pada kuartal I 2026, industri mamin tumbuh 6,23 persen dengan kontribusi mencapai 41,06 persen terhadap industri pengolahan nonmigas (IPNM). Selain itu, sektor ini juga menyerap sekitar 6,67 juta tenaga kerja, dengan realisasi investasi mencapai Rp 80,49 triliun.
Untuk mendorong pertumbuhan industri mamin, para pelaku industri untuk industri makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran, dan kafe menggelar pameran internasional terbesar di Asia Tenggara, Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood. SIAL Network sendiri memiliki jangkauan global yang besar dengan total 17.000 peserta pameran dan lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara. Rangkaian pamerannya digelar di berbagai negara seperti Prancis, Kanada, China, Malaysia, Vietnam hingga Indonesia.
CEO Food and Beverage Division Comexposium, Rodolphe Lameyse, mengatakan, SIAL kini memasuki babak baru dengan fokus memperkuat perannya sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan global.
“Jaringan SIAL saat ini memasuki babak baru yang sangat penting. Dengan memperkuat posisi acara sebagai tempat pertemuan bisnis (B2B) dan menarik pengunjung yang lebih profesional, kami semakin mempertegas peran kami sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan,” ujar Rodolphe dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Di sisi lain, pertumbuhan industri kopi nasional juga menjadi salah satu daya tarik utama. Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai pemain penting dalam rantai pasok kopi global, seiring tren konsumsi kopi premium dan specialty coffee yang terus meningkat di berbagai negara.
Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah mengatakan fokus utama saat ini adalah mempertemukan pelaku industri dengan buyer potensial agar tercipta kolaborasi bisnis jangka panjang yang mampu memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar internasional.
Selain produk makanan dan minuman, transformasi industri juga mulai terlihat dari meningkatnya adopsi inovasi teknologi pengolahan pangan serta isu keberlanjutan atau food sustainability yang kini menjadi perhatian utama pasar global.
Dengan besarnya pasar domestik dan meningkatnya minat internasional, industri makanan dan minuman RI dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperluas ekspansi ekspor sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri pangan di Asia Tenggara.
SIAL Interfood 2026 memiliki program unggulan yang dirancang untuk memaksimalkan nilai bisnis dan jaringan profesional. SIAL Innovation, sebagai barometer tren pangan global, program ini merupakan kompetisi bergengsi yang mengkurasi produk-produk paling inovatif dari para eksibitor. Selanjutnya ada international cooking competition, barista championship, hingga business matching, yakni program khusus yang memfasilitasi pertemuan langsung antara eksibitor dengan pembeli potensial (trade buyers).
Sebelumnya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan industri makanan dan minuman memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di pasar global. Pemerintah pun terus mendorong inovasi, hilirisasi, serta penguatan sinergi hulu-hilir guna meningkatkan akses ekspor sektor tersebut.
"Kami melihat potensi besar dari industri makanan dan minuman unttuk menciptakan nilai tambah tinggi dan memperkuat ekspor. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan yang berfokus pada daya saing, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan SDM dan teknologi," ungkapnya.