News Berita

Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Nikel dengan Filipina di KTT ASEAN

Prabowo akan hadiri KTT Asean pekan ini, salah satunya bahas kerja sama energi. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Nikel dengan Filipina di KTT ASEAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers penemuan gas raksasa oleh Eni di Kutai, Kalimantan Timur, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Kementerian ESDM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers penemuan gas raksasa oleh Eni di Kutai, Kalimantan Timur, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan membawa isu pangan dan energi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026, salah satunya kerja sama di bidang nikel.

Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri KTT ASEAN 2026 di Filipina. Indonesia akan membawa isu terkait pembangunan satu kekuatan energi di kawasan Asia Tenggara.

"Nikel adalah salah satu komoditas energi yang bisa dikonversi untuk menjadi baterai. Nah, kebetulan di Asia Tenggara, yang punya pabrik ekosistem baterai dan hulu sampai hilir itu tidak semua negara punya. Indonesia salah satu yang sedang mengembangkan itu," jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5).

Seiring dengan hal tersebut, Bahlil menyebut Indonesia membuka diri terhadap berbagai peluang kerja sama, termasuk dengan Filipina sebagai tuan rumah KTT ASEAN.

Selama ini kerja sama Indonesia dengan Filipina terkait industri nikel sudah terjalin erat. Filipina tercatat sebagai salah satu negara yang memasok nikel ke Indonesia.

"Terkait dengan nikel, Indonesia membuka diri saja. Jadi, itu enggak ada masalah sebenarnya. Secara B-to-B (business-to-business), toh industri kita kan banyak," kata Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto tiba jelang pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto tiba jelang pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Kendati demikian, kerja sama tersebut bukan berarti Indonesia akan berinvestasi di Filipina untuk membangun industri nikel, melainkan berkaitan dengan pasokan bahan baku nikel. Namun, Bahlil enggan membeberkan berapa besar volume dari kerja sama tersebut.

"Bukan berarti kerja sama untuk kita melakukan investasi di sana. Tapi mereka mungkin bisa menyuplai kalau kita kekurangan, kalau kita kekurangan bahan bakunya, bisa disuplai dari mana saja. Jadi tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis spesifik itu," tutur Bahlil.

Sebelumnya, Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendapat undangan untuk menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. KTT ini akan diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 7-8 Mei 2026.

"Presiden RI diundang hadir untuk mengikuti sejumlah agenda utama di KTT ini termasuk ASEAN Plenary dan Retreat Session. Dan fokus utama KTT adalah untuk merespons dampak konflik Iran-AS terhadap ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara," kata Yvonne dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (30/4).

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menghadiri KTT ASEAN di Pusat Konvensi Nasional di Vientiane, Laos, Rabu (9/10/2024). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menghadiri KTT ASEAN di Pusat Konvensi Nasional di Vientiane, Laos, Rabu (9/10/2024). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Kemlu menjelaskan, KTT ini akan hasilkan sejumlah outcome dokumen terkait berbagai isu. Namun terkait detailnya belum bisa dipaparkan secara detail.

"Akan ada ASEAN Foreign Ministers Meeting, ASEAN Political Security Community Council Meeting dan juga ASEAN Coordinating Council Meeting dan ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers Meeting," kata Yvonne.

Buka sumber asli