News Berita

Imigrasi Bongkar Sindikat Dugaan Penipuan Investasi Daring, 210 WNA Diamankan

Imigrasi Bongkar Sindikat Dugaan Penipuan Investasi Daring, 210 WNA Diamankan #newsupdate #update #news #text

Imigrasi Bongkar Sindikat Dugaan Penipuan Investasi Daring, 210 WNA Diamankan
Ratusan WNA yang diamankan Imigrasi Kanwil Kepulauan Riau. Foto: Tri Vosa/kumparan
Ratusan WNA yang diamankan Imigrasi Kanwil Kepulauan Riau. Foto: Tri Vosa/kumparan

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kepulauan Riau, menindak 210 warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan penipuan investasi secara daring.

Para WNA tersebut tersebut digerebek di sebuah apartemen di Kota Batam.

“Kami melakukan deteksi dini dan kami mendapatkan 210 orang terkait penipuan investasi scammer yang terdiri dari 125 orang warga Vietnam, 84 Tiongkok, dan 1 Myanmar,” kata Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam jumpa pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat (8/5).

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan pers kasus dugaan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan keterangan pers kasus dugaan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

“Saat ini dari 210 orang tersebut kami amankan,” katanya. Mereka terdiri dari 163 orang laki-laki dan 47 perempuan.

Dalam video yang diterima kumparan, para WNA tersebut digerebek di sebuah apartemen yang terlihat seperti di renovasi.

Ratusan WNA yang diamankan Imigrasi Kanwil Kepulauan Riau. Foto: Tri Vosa/kumparan
Ratusan WNA yang diamankan Imigrasi Kanwil Kepulauan Riau. Foto: Tri Vosa/kumparan

Mereka kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan lalu diboyong ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Mereka dibawa menggunakan mobil polisi-bus.

Adapun barang bukti yang disita dalam penindakan ini adalah laptop, monitor, ratusan handphone, switch hub, UPS, printer, mesin hitung uang , brankas, dan 198 paspor.

Buka sumber asli