IHSG Diproyeksi Kembali Melemah di Tengah Meningkatnya Eskalasi di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/7). #bisnisupdate #update #bisnis #text

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/7). IHSG ditutup melemah di level 5,873.37 (-1,89 persen) pada perdagangan Rabu (8/7).
Analis Phintraco Sekuritas melihat penyebab koreksi IHSG adalah peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga memicu reboundnya harga minyak mentah dan mendorong terjadinya profit taking setelah IHSG membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut.
Penyebab lain adalah pengumuman hasil evaluasi S&P DJI yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan. Kondisi ini membuat Indonesia berpotensi turun dari kategori emerging market menjadi frontier market.
“Dengan perkembangan tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5,800–5,745 pada perdagangan Kamis,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (9/7).
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menggelar pertemuan dengan S&P Dow Jones Indices LLC (S&P DJI) setelah penyedia indeks global tersebut memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk evaluasi klasifikasi pasar.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan menargetkan dana investor asing yang masuk ke Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) mencapai sekitar Ro 300 triliun hingga Rp 500 triliun. Namun, peringatan dari sejumlah lembaga internasional terhadap iklim investasi di pasar modal Indonesia memicu arus keluar modal (capital outflow) seiring menurunnya kepercayaan investor asing.
Sementara itu, Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei 2026. Data yang dirilis pada 8 Juli tersebut menjadi level terendah sejak September 2025.
Penurunan juga terjadi pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang berada di level 109,2 dari sebelumnya 112,2, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun menjadi 126,4 dari 129,7. Meski demikian, kedua indeks masih berada di atas level 100 yang menandakan optimisme konsumen tetap terjaga, meskipun kepercayaan mereka melemah dibandingkan bulan sebelumnya.
“Selanjutnya investor akan menantikan data penjualan ritel dan sepeda motor pada hari ini,” tulis analis Phintraco Sekuritas.
Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham PGEO, PGAS, UNTR, ITMG dan AALI untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (9/7).
Analis MNC Sekuritas memperkirakan, saat ini posisi IHSG tengah berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam.
“Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6,083-6,203, namun cermati area koreksi pada level 5,752-5,840,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (9/7).
Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham AKRA, ESSA, MEDC, dan DEWA untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (9/7).
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.