News Berita

Hasto Peringati Harlah Bung Karno: Penindasan Harus Dihapuskan Agar Ada Keadilan

Hasto Peringati Harlah Bung Karno: Penindasan Harus Dihapuskan Agar Ada Keadilan. #newsupdate #news #update #text

Hasto Peringati Harlah Bung Karno: Penindasan Harus Dihapuskan Agar Ada Keadilan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuka rangkaian Bulan Bung Karno 2026 melalui pameran foto, surat, dan komik Bung Karno di kawasan Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuka rangkaian Bulan Bung Karno 2026 melalui pameran foto, surat, dan komik Bung Karno di kawasan Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. PDIP

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memperingati Hari Lahir ke-125 Presiden Soekarno yang jatuh pada hari ini, Sabtu (6/6). Ia menjelaskan, melalui pidato dan pemikirannya, Bung Karno sedang berjuang membebaskan rakyat Indonesia dan umat manusia dari berbagai belenggu penjajahan.

"Melalui pidato Indonesia Menggugat, Mencapai Indonesia Merdeka, dan Lahirnya Pancasila, serta pemikiran geopolitik Bung Karno yang tercermin dari pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, Conference of the New Emerging Forces, Konferensi Islam Asia Afrika, Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing, hingga gagasan revolusioner mengubah tata dunia agar bebas dari Nekolim melalui To Build The World A New, Bung Karno berjuang membebaskan rakyat Indonesia dan umat manusia dari berbagai belenggu penjajahan," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Hasto menegaskan, segala pemikiran, harapan dan cita-cita yang diharapkan oleh Bapak Proklamator Indonesia itu lahir dari semangat dan narasi pembebasan.

"Peringatan hari Lahirnya Bung Karno ke 125 tahun ini sangatlah penting guna memahami Bung Karno yang lahir di tengah pasang naik revolusi kemanusiaan melalui perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maknanya, berbagai bentuk penindasan dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan harus dihapuskan agar muncul keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berdialog bersama pimpinan Partai Fretilin, termasuk Sekretaris Jenderal Mari Alkatiri, di Kantor Fretilin, Dili, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berdialog bersama pimpinan Partai Fretilin, termasuk Sekretaris Jenderal Mari Alkatiri, di Kantor Fretilin, Dili, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. PDIP

Hasto menjelaskan, salah satu yang menjadi sorotan adalah keadilan dalam bidang hukum dan ekonomi yang menurutnya sangat mendesak untuk diwujudkan.

"Melemahnya rupiah, turunnya indeks harga saham, dan geliat sektor riil yang mengalami tekanan, serta berbagai kasus korupsi atas kebijakan populis adalah buah tata kelola negara yang tidak berjalan baik. Dikombinasikan dengan tidak adanya supremasi hukum melahirkan krisis kepercayaan yang ditanggapi negatif oleh pasar. Tanpa hukum yang berkeadilan tidak akan ada kepastian. Apalagi ketika hukum menjadi alat kekuasaan. Tanpa supremasi hukum terciptalah penjajahan gaya baru," ucap dia.

Melalui pidato Indonesia Menggugat, Hasto menjelaskan, Bung Karno menegaskan bahwa yang dilawan rakyat Indonesia bukanlah orang-orang Belanda, melainkan suatu nafsu yang menghisap dan menyengsarakan.

"Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa yang kuat untuk menghadapi sistem yang melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa. Itulah api perjuangan Bung Karno yang harus terus dinyalakan," ucapnya.

Buka sumber asli