Hashim Ungkap Kisah Keluarga Miskin yang Buat Prabowo Lahirkan Sekolah Rakyat
Hashim Ungkap Kisah Keluarga Miskin yang Buat Prabowo Lahirkan Sekolah Rakyat #newsupdate #update #news #text

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo mengungkap kisah di balik lahirnya program Sekolah Rakyat. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sempat berkaca-kaca setelah mengetahui kondisi seorang anak dari keluarga miskin yang hidup dalam keterbatasan di Makassar.
Cerita itu disampaikan Hashim saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7). Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya dipanggil Presiden ke Istana pada tahun lalu untuk membahas kondisi anak-anak dari keluarga miskin.
"Tahun lalu saya dipanggil Presiden ke Istana bicara mengenai anak-anak dari keluarga yang sangat miskin. Pak Prabowo cerita sama saya, ditemukan seorang anak umur berapa tahun, namanya Naila," kata Hashim.
Hashim menuturkan, Naila merupakan anak dari keluarga miskin dengan tiga bersaudara yang hanya diasuh ibunya setelah ditinggal sang ayah. Menurutnya, keluarga tersebut bertahan hidup dengan penghasilan sekitar Rp 600 ribu per bulan.
"Naila ini dari tiga bersaudara dan seorang ibu. Ibunya ditinggal oleh suaminya. Ternyata ada banyak bapak-bapak yang berengsek di negara kita ini. Ternyata cukup banyak," kata dia.
Ia mengatakan, Menteri Sosial kemudian memperlihatkan foto dan video kondisi tempat tinggal keluarga Naila di kawasan kumuh di Makassar. Rumah tersebut, kata Hashim, hanya berupa gubuk tanpa akses air bersih dan listrik.

"Rumah Naila dan ibunya itu gubuk. Dan di situ tidak ada air bersih, tidak ada listrik. Ya Pak, air bersih tidak ada," ujar Hashim.
Melihat kondisi itu, Hashim mengaku Prabowo tampak sangat tersentuh. Menurut dia, mata Prabowo berkaca-kaca ketika membicarakan nasib keluarga tersebut.
"Dan waktu itu Pak Prabowo bilang, dan saya lihat matanya berkaca-kaca, dia hampir mau nangis. Tapi dia seorang jenderal, dia enggak mau nangis di depan saya, adiknya," katanya.
Hashim kemudian mengutip ucapan Prabowo saat itu.
"Tapi dia bilang, 'Shim, kalau bukan kita yang bantu Naila dan ibunya, siapa lagi yang akan bantu Naila dan ibunya?'," ujar Hashim.
Menurut Hashim, dari peristiwa itulah lahir gagasan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
"Maka lahir program Sekolah Rakyat," jelasnya.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menampung sekitar 500 ribu hingga 1 juta anak dari keluarga miskin di asrama dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
"Anak-anak ini yang drop out, SD kelas 2, kelas 3 sudah drop out karena orang tuanya tidak mampu. Seragam tidak mampu, buku sekolah tidak mampu, apalagi alat-alat sekolah tidak mampu," jelas Hashim.
Menurutnya, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan memperbaiki masa depan mereka.
"Kita bertekad sekarang untuk memberikan pendidikan gratis di dalam asrama-asrama yang mungkin mutunya jauh lebih bagus dari rumah mereka sendiri ya Pak," tegasnya.