Hari Ketiga, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Hari Ketiga, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin #newsupdate #update #news #text

Memasuki hari ketiga kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, petugas masih berjibaku memadamkan api yang terus menyala di sejumlah titik, Kamis (2/7).
Pantauan kumparan di lokasi sejak pukul 09.00 WIB, kepulan asap pekat masih membubung dari area timbunan sampah yang menghitam akibat terbakar sejak Selasa (30/6). Asap bergerak mengikuti embusan angin, sementara titik-titik api masih terlihat di beberapa bagian TPA.
Sekitar pukul 10.10 WIB, petugas kembali melakukan penyiraman setelah kepulan asap semakin menebal. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan alat berat ekskavator dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Dua helikopter juga tampak bergantian menjatuhkan air ke titik-titik api melalui operasi water bombing.

Hingga kini, tampak aktivitas di kawasan TPA nyaris berhenti. Kendaraan pengangkut sampah tidak terlihat keluar masuk lokasi selama proses pemadaman berlangsung.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, pada hari ketiga penanganan, pemadaman dimaksimalkan dengan mengerahkan dua helikopter water bombing dan 12 unit mobil pemadam kebakaran.
"Untuk hari ketiga ini kita masifkan untuk pelaksanaan pemadaman, ya. Kita masifkan untuk pelaksanaan pemadaman dengan menggunakan dua unit heli water bombing, ya," kata Djohan di lokasi.
"Dua unit heli water bombing, termasuk juga dua belas unit Damkar. Jadi kami sudah mengarahkan untuk penyiraman yang sulit diatasi oleh Damkar, kita gunakan WB, water bombing. Untuk Damkar nanti menyisir melalui selang-selang ini memadamkan sektor-sektor yang bisa dijangkau, ya," sambungnya.

Menurut dia, kondisi angin yang sempat mereda pada Kamis pagi membuat proses pembasahan lebih optimal. Namun, petugas tetap mengantisipasi perubahan cuaca dengan melanjutkan penyiraman melalui sortie berikutnya.
"Tadi pagi sudah agak melandai karena anginnya, ya. Anginnya tidak kencang. Ini sudah mulai agak kencang lagi. Kita terus mengoptimalkan. Kita upayakan nanti, nanti sortie kedua pun siang dia melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPA Jatiwaringin ini," ujarnya.
TPA Jatiwaringin terbakar pada Selasa (30/6). Pemerintah Kabupaten Tangerang kemudian menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, yakni 1-14 Juli 2026.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 hingga 14 Juli 2026," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (2/7).
BNPB juga mengidentifikasi munculnya dua titik api baru di sisi utara TPA sehingga kebakaran masih berpotensi meluas. Dari total luas 33 hektare TPA Jatiwaringin, area yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, asap tebal akibat kebakaran berdampak pada masyarakat sekitar. Hingga kini sekitar 50 jiwa mengungsi di Balai Desa Tanjakan Mekar, sementara Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan kebutuhan logistik para pengungsi masih dapat terpenuhi