Harga BBM Jenis Diesel Kompak Naik
Harga untuk sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian mulai hari ini, Senin (4/5). #bisnisupdate update #bisnis #text

Harga BBM nonsubsidi untuk jenis diesel kompak naik. Setelah sebelumnya kenaikan lebih dulu terjadi di SPBU swasta, harga untuk jenis BBM yang sama di SPBU Pertamina turut mengalami penyesuaian.
Berdasarkan laman Harga BBM Terbaru di website Pertamina Patra Niaga, Pertamina masih tetap mempertahankan harga untuk BBM jenis Pertamax 92 yakni Rp 12.300 per liter untuk wilayah DKI Jakarta. Begitu juga dengan harga Pertamax Green 95 di Rp 12.900 per liter.
Sementara harga Pertamax Turbo 98 naik menjadi Rp 19.900 dari sebelumnya Rp 19.400. Kemudian untuk Dexlite 51 naik sebesar Rp 2.400, dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter. Pertamina Dex 53 juga mengalami kenaikan sebesar Rp 4.000, dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM Non Subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.
“Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM Non Subsidi, serta stabilitas nasional,” ujar Roberth.
Di dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan menjaga situasi yang kondusif di tengah dinamika yang saat ini berkembang.
“Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dengan kepentingan nasional. Pertamina sebagai kepanjangan tangan Pemerintah turut menjaga dan mewujudkan kondisi yang kondusif dengan penyesuaian harga yang tetap kompetitif dibanding badan usaha lain.
Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Roberth menegaskan, BBM nonsubsidi diperuntukkan bagi segmen pelanggan yang mengikuti mekanisme pasar. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kebijakan harga tetap terukur dan selaras dengan kondisi masyarakat.
Informasi lengkap terkait harga BBM terbaru dapat diakses melalui kanal resmi www.pertaminapatraniaga.com, dan aplikasi MyPertamina.
Adapun perubahan harga ini mengikuti langkah sejumlah SPBU swasta sebelumnya yang sudah lebih duluan naik per 2 Mei 2025. Kenaikan paling drastis terlihat pada produk solar (diesel) SPBU PT Vivo Energy Indonesia dan PT Aneka Petroindo Raya atau BP-AKR, yang menjadi Rp 30.890 per liter.
Dikutip dari akun Instagram resmi @spbuvivo, harga bensin (gasoline) Revvo 92 (RON 92) tetap di Rp 12.390 per liter. Namun untuk produk Diesel Primus dibanderol Rp 30.890 per liter. Sebelumnya harga produk ini dijual Rp 14.610 per liter. Artinya terjadi kenaikan Rp 16.280 per liter.
Sama halnya dengan SPBU BP-AKR, perusahaan tak menaikkan harga produk bensin, atau BP 92 yang tetap Rp 12.390 per liter.
Sementara harga BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp 30.890 per liter. Sebelumnya harga untuk diesel BP Ultimate dipatok Rp 25.560 per liter. Artinya terjadi kenaikan Rp 5.330 per liter.