News Berita

Golkar Investigasi Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Kader Terlibat Bakal Disanksi

Golkar Investigasi Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Kader Terlibat Bakal Disanksi #newsupdate #update #news #text

Golkar Investigasi Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Kader Terlibat Bakal Disanksi
Ketua Pengarah Partai Golkar M. Yahya Zaini Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ketua Pengarah Partai Golkar M. Yahya Zaini Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Partai Golkar memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada kadernya apabila terbukti terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Golkar Yahya Zaini. Ia mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah meminta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar NTT melakukan investigasi untuk mengungkap keterlibatan kader partai dalam kasus tersebut.

“Kalau ada anggota DPRD dari Golkar yang terlibat akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan organisasi. DPP sudah minta DPD Golkar NTT untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut,” ujar Yahya saat dikonfirmasi, Senin (29/6).

Selain investigasi internal partai, Yahya juga meminta Kementerian Kesehatan mengusut penyebab meninggalnya dr. Icha secara terbuka.

“Saya minta Kemenkes melakukan investigasi secara transparan penyebab kematian dari dr. Icha,” ujar Yahya.

Ia juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut apabila ditemukan unsur pidana.

Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan
Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan

“Kalau ada unsur pidananya saya minta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar dua.

Menurut Yahya, kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Ia menilai rumah sakit perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas untuk melindungi tenaga medis saat menjalankan tugas.

“Ke depan, perlindungan terhadap tenaga medis harus ditingkatkan jangan sampai kasus serupa terulang kembali di masa depan. Harus ada SOP dari RS terhadap perlindungan tenaga medis,” pungkasnya.

Adapun kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha terus menjadi sorotan publik. Sejumlah perkembangan terungkap, mulai dari dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyelidikan polisi, hingga langkah pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Foto: Instagram/ @kemenkes_ri
Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Foto: Instagram/ @kemenkes_ri

Pihak keluarga menduga dokter Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU terkait penanganan seorang pasien yang mengalami gigitan ular hijau.

“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap Paman dr. Icha, Fabi Banase, Sabtu (27/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dokter Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

“Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, ‘Kau akan bertemu saya di Komisi III’,” tambah Fabi.

Buka sumber asli