News Berita

Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Puji Arsitekturnya Bagus

Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Puji Arsitekturnya Bagus #newsupdate #update #news #text

Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Puji Arsitekturnya Bagus
Wapres Gibran cek pasar di Banyuwangi. Foto: Dok. Setwapres
Wapres Gibran cek pasar di Banyuwangi. Foto: Dok. Setwapres

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7).

Kunjungan tersebut berlangsung singkat. Berdasarkan pantauan di lokasi, Gibran hanya berada di area pasar sekitar 10 menit untuk melihat perkembangan pembangunan. Dalam peninjauan itu, ia didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah pejabat dari kementerian terkait.

Selama berada di lokasi, Wapres meninjau beberapa bagian pasar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp152 miliar. Ia melihat area bangunan bagian depan, kios, hingga los di bagian dalam pasar. Sebelum melanjutkan agenda ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar, Gibran juga menyempatkan diri berinteraksi dengan sejumlah pedagang.

"Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai," ujar Gibran kepada para pedagang.

Puji Arsitektur

Dalam kesempatan tersebut, Gibran mengapresiasi konsep pembangunan Pasar Induk Banyuwangi yang mengusung arsitektur khas Osing, suku asli Banyuwangi. Selain mengedepankan unsur budaya lokal, pasar ini juga dirancang dengan konsep green building dan bangunan semi-terbuka sehingga sirkulasi udara lebih baik.

"Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya Pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi," puji Gibran.

Meski memberikan apresiasi, Wapres juga menyampaikan sejumlah masukan kepada kontraktor. Ia meminta instalasi kabel yang masih terlihat kurang rapi segera dibenahi. Selain itu, kebersihan lantai pasar juga diminta dipastikan optimal sebelum proses serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dilakukan.

Disiapkan Menjadi Pasar Wisata

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang berada di sisi utara dan selatan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas 397 kios dan 356 los yang terbagi dalam tiga zona, yakni pasar basah, pasar kering, dan area kuliner.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pasar tersebut akan dikembangkan sebagai Pasar Wisata. Penataan zonasi pedagang dirancang agar pengunjung maupun wisatawan lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan selama berada di kawasan pasar.

"Karena berkonsep pasar wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event ke depannya," kata Ipuk.

Wapres Gibran cek pasar di Banyuwangi. Foto: Dok. Setwapres
Wapres Gibran cek pasar di Banyuwangi. Foto: Dok. Setwapres

Di sisi lain, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menyampaikan bahwa pembangunan fisik pasar telah selesai sepenuhnya. Saat ini proses yang dilakukan adalah masa pemeliharaan sekaligus penyempurnaan sejumlah fasilitas sesuai arahan yang diberikan saat kunjungan Wapres.

"Masih akan ada penyempurnaan-penyempurnaan, seperti tadi arahan dari Pak Wapres," jelas Aris.

Ia menambahkan, operasional Pasar Induk Banyuwangi kini tinggal menunggu proses serah terima aset dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Setelah tahapan tersebut rampung, para pedagang yang selama ini menempati lokasi relokasi sementara akan segera menempati bangunan pasar yang baru.

Buka sumber asli