Foto: Permintaan Buah Kaktus Berkembang di Tengah Ancaman Perubahan Iklim
Foto: Foto: Permintaan Buah Kaktus Berkembang di Tengah Ancaman Perubahan Iklim #newsupdate #update #news #text #internasional
Sejumlah petani membudidayakan buah pir berduri di sebuah lahan pertanian di Al Qalyubia, Mesir, Kamis (23/7/2026). Tanaman tersebut kini semakin banyak dibudidayakan karena dinilai lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan membutuhkan air dalam jumlah yang relatif sedikit. Foto: REUTERS/Mohamed Abdel GhanyDikutip dari Reuters, meningkatnya suhu udara serta keterbatasan pasokan air mendorong mereka beralih ke tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, ujar salah satu petani lokal. Foto: REUTERS/Mohamed Abdel GhanyPir berduri menjadi salah satu komoditas yang dinilai mampu bertahan di tengah kondisi tersebut tanpa memerlukan irigasi yang intensif. Foto: REUTERS/Mohamed Abdel GhanySelain memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan, buah pir berduri juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar yang terus meningkat. Foto: REUTERS/Mohamed Abdel Ghany
Sejumlah petani membudidayakan buah pir berduri dari tanaman kaktus di sebuah lahan pertanian di Al Qalyubia, Mesir, Kamis (23/7/2026). Tanaman tersebut kini semakin banyak dibudidayakan karena dinilai lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan membutuhkan air dalam jumlah yang relatif sedikit.
Dikutip dari Reuters, meningkatnya suhu udara serta keterbatasan pasokan air mendorong mereka beralih ke tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, ujar salah satu petani lokal.
Pir berduri menjadi salah satu komoditas yang dinilai mampu bertahan di tengah kondisi tersebut tanpa memerlukan irigasi yang intensif.
Selain memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan, buah pir berduri juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar yang terus meningkat.
Seorang pekerja memetik buah kaktus berduri, yang produksinya meningkat karena konsumsi airnya yang rendah dan kemampuannya untuk tahan terhadap suhu ekstrem, menurut para petani, di sebuah pertanian di Kegubernuran Al Qalyubia, Mesir, 23 Juli 2026. Foto: REUTERS/Mohamed Abdel Ghany