News Berita

Erupsi Gunung Dukono: Polisi Selidiki Porter yang Bawa Pendaki

Erupsi Gunung Dukono: Polisi Selidiki Porter yang Bawa Pendaki #focus #gunungdukono #news #text

Erupsi Gunung Dukono: Polisi Selidiki Porter yang Bawa Pendaki
Asap membubung setelah letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026). Foto: Jhon Frengki Manipa via REUTERS
Asap membubung setelah letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026). Foto: Jhon Frengki Manipa via REUTERS

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, melakukan penyelidikan terkait meninggalnya warga negara asing (WNA) asal Singapura akibat insiden erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5).

Oknum porter dan pemandu (guide) yang membawa rombongan pendaki Gunung Dukono terancam dipidana karena diduga membawa wisatawan di luar jalur pendakian resmi.

"Sedang didalami. Jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, oknum porter dan pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, dikutip Sabtu (9/5).

Erlichson menegaskan, pendakian ke Gunung Dukono saat berstatus Level II (Waspada) dilarang keras. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah menetapkan radius 3 kilometer dari kawah harus steril.

"Ini bukan jalur wisata resmi. Tidak ada izin pendakian," ujarnya.

Erlichson mengatakan, berdasarkan laporan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, total 20 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono. Dua WNA asal Singapura dilaporkan meninggal dunia dan satu orang masih hilang.

Sementara itu, pendaki lainnya, baik WNA maupun WNI, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, polisi masih mendalami apakah prosedur keselamatan telah dipatuhi atau justru terjadi pelanggaran oleh pihak-pihak terkait.

"Jika terbukti melanggar, oknum porter dan pemandu dapat dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," kata dia.

Buka sumber asli