Emiten BACH dan EMMI Resmi Melantai di BEI
Emiten BACH dan EMMI melantai di BEI pada Rabu (8/7). #bisnisupdate #update #bisnis #text

Emiten PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) hari ini, Rabu (8/7).
BACH merupakan perusahaan keempat yang melantai di BEI pada 2026, bergerak dalam bidang penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi. Saat pencatatan perdananya, saham BACH melesat 24,43 persen atau sebesar 108 poin dan bertengger pada level Rp 550 per saham.
Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan kisaran harga penawaran Rp 400-Rp 500 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp 307,5 miliar.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan berkomitmen untuk mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta disiplin dalam pelaksanaan strategi bisnis.
“Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang,” ucap Budi di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).
Dana hasil IPO bakal digunakan secara produktif untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70 persen dana dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sementara sekitar 30 persen sisanya digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage Perseroan.
PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)

PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga melantai di BEI atau IPO hari ini. EMMI merupakan perusahaan kelima yang melantai di BEI pada 2026, bergerak dalam bidang penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi.
Saat pencatatan perdananya, saham EMMI melesat 11,7 persen atau sebesar 55 poin dan bertengger pada level Rp 525 per saham.
Melalui IPO, Perseroan menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dalam prospektus awal, Perseroan menawarkan saham pada kisaran harga Rp 446-Rp 515 per saham.
Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja mengatakan lewat IPO, Perseroan dapat memperoleh kesempatan untuk memperkuat fondasi bisnis, mendukung ekspansi usaha, memperkuat model kerja, dan meningkatkan kapasitas dalam melayani pelanggan dan mitra di sektor kesehatan.
“Sebagai generasi penerus, nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri tersebut akan terus kami jaga dan lanjutkan, sehingga Perseroan dapat berkembang menjadi perusahaan publik yang profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia,” kata Florian.
Dana hasil IPO akan difokuskan untuk tiga prioritas utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja.
Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.