Dua Lipa Buka Perpustakaan di Portugal, Hadirkan Buku yang Pernah Dilarang
Bertajuk Manifesto Library, Dua Lipa membuka perpustakaan yang berisi buku-buku yang dilarang agar dapat diakses kembali oleh pembaca di Portugal. #WomensUpdate #Update #Woman #text

Di luar kesibukannya sebagai penyanyi, Dua Lipa juga aktif mendukung dunia literasi. Pada Sabtu (27/6) lalu, ia baru saja membuka perpustakaan bernama Manifesto Library yang berlokasi di Livraria Lello, Porto, Portugal.
Sebelumnya, pada 2023, Dua Lipa lebih dulu meluncurkan klub buku Service95. Melalui komunitas tersebut, pelantun lagu New Rules itu memberikan rekomendasi bacaan setiap bulan dan menghadirkan wawancara eksklusif bersama para penulis yang dapat diakses oleh anggota klub.
Dikutip dari Rolling Stone, Dua Lipa mengatakan bahwa Manifesto Library merupakan impian yang telah lama ingin ia wujudkan, terutama sejak ia mendirikan klub buku. Ia ingin menghadirkan ruang yang dapat menjadi rumah bagi para penikmat sastra
“Ketika saya mendirikan Klub Buku Service95, ambisi saya adalah agar klub ini menjadi rumah bagi penulis dan pembaca—di mana pun mereka berada dan apa pun keadaan mereka,” ujarnya.
Francisca Pedro Pinto, head of brand di Livraria Lello mengatakan bahwa kehadiran Manifesto Library juga berangkat dari keyakinan yang telah dipegang Livraria Lello selama 120 tahun: buku adalah teknologi kebebasan.
“Karena yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan membaca, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk membayangkan, menafsirkan, dan membangun masa depannya sendiri,” ujar Francisca.
Manifesto Library hadirkan buku-buku yang pernah hilang dan dilarang
Manifesto Library akan menampilkan hampir 100 buku yang pernah dilarang bahkan sempat hilang. Sebagian besar buku tersebut dianggap kontroversial karena mengangkat tema ras dan seksualitas sehingga aksesnya dibatasi.
Beberapa karya yang dipajang di antaranya novel The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood dan kumpulan puisi Felon karya Reginald Dwayne Betts.
“Perpustakaan ini adalah tempat suci bagi buku-buku yang telah hilang, (tempat) bagi para penulis yang telah berani mengungkap struktur kekuasaan dan kendali, dan bagi para pembaca yang menolak untuk diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca,” ujar Dua Lipa.
Musisi berusia 30 tahun itu pun mengajak pembaca untuk mengunjungi Manifesto Library dan menilai sendiri buku-buku yang dihadirkan di setiap rak, lalu mendiskusikannya dengan orang lain untuk memperluas pandangan.
Kecintaan Dua Lipa terhadap dunia membaca telah tumbuh sejak dini. Hal itu dipengaruhi oleh orang tua serta kakeknya yang merupakan sejarawan di Kosovo. Dalam wawancara dengan Bazaar pada 2025 lalu, ia mengungkapkan saat kecil dirinya kerap menghabiskan akhir pekan untuk membaca bersama ibunya, Anesa Lipa.
“Membaca adalah bagian yang sangat penting dari masa kecil saya,” ujar Dua Lipa.
Tidak hanya mewarnai masa kecil, buku juga turut jadi bagian dari perjalanan cintanya. Dua Lipa bertemu pujuaan hatinya, Callum Turner karena keduanya sedang membaca buku yang sama: Trust, karya Hernan Diaz, saat berada di sebuah pesta ulang tahun teman di Los Angeles, Amerika Serikat. Kini, keduanya telah menikah pada 31 Mei 2026.