News Berita

Di Balik Tempat yang Lagi Viral

Kita senang menikmati tempat yang estetik dan nyaman, tetapi jarang memahami proses di balik perkembangannya. Opini ini mengajak melihat peran pajak dari sudut yang lebih dekat.

Di Balik Tempat yang Lagi Viral
Sumber: Gemini AI
Sumber: Gemini AI

“Eh, coba ke sini deh. Tempatnya lagi viral banget, fotonya bagus semua.” Akhir pekan lalu, seorang teman mengirimkan lokasi sebuah kawasan yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Katanya, tempat itu baru direnovasi. Banyak kafe bermunculan, trotoarnya lebar, lampu jalannya cantik, dan setiap sudutnya cocok dijadikan latar foto.

Karena penasaran, aku akhirnya datang. Benar saja, suasananya ramai. Banyak orang sibuk berfoto, mengobrol di kafe, atau sekadar menikmati sore sambil berjalan kaki. Hampir semua orang tampak mengabadikan momen untuk diunggah ke media sosial.

Aku pun melakukan hal yang sama. Namun, ketika duduk di salah satu bangku taman, aku mulai memperhatikan hal-hal yang sebelumnya luput dari pandanganku. Jalan yang rapi, taman yang terawat, tempat sampah yang tersedia di banyak sudut, hingga penerangan yang membuat kawasan itu terasa nyaman meski menjelang malam.

Lalu muncul satu pertanyaan sederhana di benakku. “Kenapa kawasan ini bisa berubah secepat ini?”Lucunya, pertanyaan itu jarang sekali muncul ketika kita menikmati sebuah tempat. Kita lebih sibuk mencari sudut foto terbaik dibanding mencoba memahami bagaimana sebuah kawasan bisa berkembang. Menurutku, di sinilah ada sisi perpajakan yang sering terlewat dari pembahasan publik.

Selama ini, pajak sering dipersepsikan sebagai urusan angka, laporan, atau kewajiban administrasi. Padahal, jika dilihat dari kehidupan sehari-hari, pajak juga memiliki hubungan dengan bagaimana sebuah daerah mampu membangun dan merawat ruang publik yang dinikmati masyarakat.

Sayangnya, hubungan itu sering tidak terlihat secara langsung. Akibatnya, masyarakat merasa fasilitas yang baik adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya ada, tanpa pernah memikirkan proses panjang di baliknya. Fenomena ini menarik karena menunjukkan sebuah paradoks. Kita sangat cepat menghargai perubahan yang tampak di depan mata, tetapi sangat lambat memahami sistem yang membuat perubahan itu mungkin terjadi.

Bahkan, ketika sebuah kawasan menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengunjung. Pelaku usaha kecil ikut mendapatkan pelanggan, pedagang kaki lima memperoleh penghasilan tambahan, dan roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat. Artinya, pembangunan dan aktivitas ekonomi saling berkaitan. Ketika keduanya berjalan dengan baik, manfaatnya menyebar ke banyak pihak.

Menurutku, persoalan perpajakan seharusnya lebih sering dijelaskan melalui cerita-cerita seperti ini. Masyarakat akan lebih mudah memahami peran pajak ketika mereka bisa menghubungkannya dengan ruang yang benar-benar mereka gunakan setiap hari, bukan hanya melalui istilah administratif yang sulit dipahami.

Cara seperti ini juga dapat mengubah cara pandang masyarakat. Pajak tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang jauh atau hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang memungkinkan kota terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warganya.

Tentu saja, hal ini juga harus dibarengi dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika mereka melihat hasil pembangunan yang nyata, mudah diakses, dan dirasakan bersama. Transparansi inilah yang menjadi jembatan antara kontribusi masyarakat dan manfaat yang kembali kepada publik.

Menurutku, edukasi perpajakan juga perlu lebih kreatif. Sekolah, media, maupun pemerintah dapat mengangkat contoh-contoh nyata dari lingkungan sekitar agar masyarakat memahami bahwa pajak bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bagian dari kehidupan sosial dan pembangunan yang mereka nikmati setiap hari.

Pada akhirnya, aku tetap akan datang ke tempat-tempat baru yang menarik, menikmati suasana, dan mengabadikan momen bersama teman-teman. Namun sekarang, ada satu kebiasaan kecil yang ingin kubangun, yaitu tidak hanya bertanya “Tempat ini lagi viral di mana?”, tetapi juga bertanya “Apa yang membuat kawasan ini bisa berkembang seperti sekarang?”

Karena ketika kita mulai memahami proses di balik sebuah perubahan, kita juga akan lebih menghargai pentingnya tata kelola yang baik, termasuk peran perpajakan dalam mendukung pembangunan. Mungkin foto-foto indah hanya bertahan beberapa detik saat dilihat di media sosial. Namun, kesadaran bahwa setiap ruang publik yang nyaman lahir dari proses yang panjang adalah pemahaman yang seharusnya bertahan jauh lebih lama.

Buka sumber asli