News Berita

Datuk Djoengkir, Kisah yang Jarang Diketahui dan Konon Tidak Bisa Difoto

Datuk Djoengkir dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Kalimantan Tengah. Kisah hidup dan jejaknya masih dikenang masyarakat hingga kini. #userstory

Datuk Djoengkir, Kisah yang Jarang Diketahui dan Konon Tidak Bisa Difoto
Ilustrasi mengenai Peristiwa Datuk Djoengkir. Foto: Generated by AI
Ilustrasi mengenai Peristiwa Datuk Djoengkir. Foto: Generated by AI

Jarang disorot ruang publik, sosok Datuk Djoengkir memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah. Ia dikenal sebagai tokoh yang disegani dan dekat dengan masyarakat. Hingga kini, jejak hidupnya masih dikenang dan menarik untuk ditelusuri.

Sosok Datuk Djoengkir yang Dihormati Masyarakat

Datuk Djoengkir atau Djoengkir bin Sampit lahir pada 7 Desember 1880 di kawasan Sungai Mentaya dan wafat pada 6 November 1948. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pedagang antarpulau yang cukup sukses dan memiliki kebun karet yang luas.

Namanya juga tercatat dalam sejumlah surat berbahasa Belanda, yang menunjukkan bahwa ia merupakan sosok yang disegani pada masa itu. Tidak hanya dikenal karena kondisi ekonominya, Datuk Djoengkir juga dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat. Banyak warga datang kepadanya untuk meminta bantuan, baik untuk persoalan hidup maupun pengobatan. Hal inilah yang membuat namanya terus dikenang hingga sekarang.

Rumah Datuk Djoengkir yang Kini Jadi Cagar Budaya

Rumah Datuk Djoengkir yang berada di Baamang, Sampit kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Bangunan ini memiliki ciri khas pintu dan jendela model kupu tarung yang menunjukkan status sosial pemiliknya pada masa lalu. Pada zamannya, rumah ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi tempat berkumpul masyarakat. Banyak warga datang untuk berobat, meminta pertolongan, hingga mencari perlindungan.

Rumah Datuk Djoengkir yang kini menjadi cagar budaya. Foto: Dokumentasi pribadi
Rumah Datuk Djoengkir yang kini menjadi cagar budaya. Foto: Dokumentasi pribadi

Diceritakan, pada masa penjajahan Jepang, rumah ini menjadi tempat aman bagi warga. Tentara Jepang disebut tidak berani masuk ketika mengetahui ada orang yang berlindung di dalamnya. Hingga kini, berbagai benda peninggalan masih tersimpan di rumah tersebut.

Perjuangan dan Karomah Datuk Djoengkir yang Masih Dikenang

Di tengah masa penjajahan, Datuk Djoengkir dikenal membantu masyarakat melalui cara sosial dan spiritual. Ia menjadi tempat mengadu bagi warga yang mengalami tekanan, terutama saat masa kerja paksa dan kondisi kehidupan yang sulit.

Kehadirannya memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat di sekitarnya. Selain itu, ia juga dipercaya memiliki karomah. Salah satu kisah yang paling sering diceritakan adalah kemampuannya membantu kapal yang bocor di tengah laut hanya dari rumahnya. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, ia cukup melakukan doa atau tindakan tertentu dari tempatnya, dan kapal tersebut dapat terselamatkan.

Datuk Djoengkir juga dikenal mampu mengobati berbagai penyakit menggunakan doa dan air. Banyak orang datang kepadanya, tidak hanya dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar wilayah. Hal ini membuat rumahnya selalu ramai didatangi masyarakat yang berharap mendapatkan pertolongan.Cerita-cerita tentang karomah ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari ingatan masyarakat tentang sosoknya.

Kisah Datuk Djoengkir yang Disebut Tidak Bisa Difoto

Salah satu kisah yang paling menarik adalah anggapan bahwa Datuk Djoengkir tidak bisa difoto. Setiap kali ada yang mencoba memotretnya, hasilnya selalu tidak terlihat jelas, buram, bahkan ada yang tidak muncul sama sekali.

Cerita ini kemudian berkembang luas di tengah masyarakat dan menjadi hal yang paling sering dibicarakan hingga sekarang. Banyak yang percaya bahwa hal tersebut merupakan bagian dari karomah yang dimilikinya.

Di sisi lain, kisah ini juga dimaknai sebagai bentuk pengingat agar manusia tidak berlebihan dalam mengagungkan sosok selain Tuhan. Datuk Djoengkir sendiri dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan tidak ingin diagungkan. Karena itu, cerita tentang dirinya yang tidak bisa difoto bukan hanya dianggap sebagai hal unik, melainkan juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat yang mempercayainya.

Berziarah ke makam Datuk Djoengkir. Foto: Dokumentasi pribadi
Berziarah ke makam Datuk Djoengkir. Foto: Dokumentasi pribadi

Kisah Datuk Djoengkir masih hidup hingga sekarang dan menjadi bagian dari sejarah lokal Kalimantan Tengah. Sosoknya dikenang karena perannya dalam membantu masyarakat, baik secara sosial maupun spiritual.

Rumahnya yang kini menjadi cagar budaya menjadi bukti bahwa ia pernah hidup dan memiliki pengaruh besar pada masanya. Selain itu, makam Datuk Djoengkir hingga kini masih sering diziarahi oleh masyarakat—baik dari dalam maupun luar daerah—sebagai bentuk penghormatan yang terus dijaga.

Cerita tentang dirinya pun terus diwariskan dari generasi ke generasi. Namanya tidak hanya tercatat sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga tetap hidup dalam ingatan dan kepercayaan masyarakat hingga sekarang.

Buka sumber asli