Cerita Arifin Dulu Menggembala Kambing, Kini Kuliah Gratis di Peternakan UGM
Cerita Arifin Dulu Menggembala Kambing, Kini Kuliah Gratis di Peternakan UGM #newsupdate #update #news #text

Rasa syukur dan bahagia tengah menyelimuti keluarga Muhammad Nur Arifin. Pemuda kelahiran Bantul, 19 tahun silam, baru saja diterima kuliah gratis di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 non KIP Kuliah.
Berkuliah di peternakan merupakan cita-cita Arifin sejak kecil. Lulusan SMAN 1 Bantul membulatkan tekadnya kuliah di jurusan tersebut meski guru sempat menyarankan memilih program studi lain saat pemilihan jurusan.
Arifin memang lekat dengan ternak sejak kecil. Ia menggemari banyak hewan ternak. Arifin kecil pun pernah menggembala kambing.
“Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing," kata Arifin dalam keterangan yang diterima kumparan, Rabu (8/7).
Ketertarikan pada hewan tak pudar meski Arifin sempat mengalami pengalaman pahit. Kambing yang ia pelihara mati.
"Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang," ceritanya.
Seiring beranjak remaja, Arifin punya cita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan. Dia juga memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan.
Sederet cita-cita itu jadi salah satu alasannya memilih Fapet UGM.
Jelang kuliah, Arifin tak berleha-leha. Ia membantu kegiatan peternakan milik tetangganya yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM.
Sehari-hari Arifin bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang.
"Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni," ujarnya.
Selain di peternakan, Arifin juga menaruh minat di bidang sastra dan seni. Dia pernah juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi.
Keluarga Sederhana
Arifin adalah anak keenam dari sembilan bersaudara.
Ayahnya, Karyana, seorang tukang kayu, telah meninggal dunia sejak 15 tahun lalu. Sang ibu, Ngalimah, berjuang menghidupi sembilan anaknya.
Ngalimah berjualan keripik pisang apabila ada pesanan. Ngalimah juga mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia rutin mengadakan pengajian bagi anak-anak kampung usai salat Magrib di rumahnya.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya," tutur Ngalimah.
Dekan Menyambut Arifin

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang berkunjung ke rumah Arifin di Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul bersama jajarannya berharap Arifin dapat maksimal menuntut ilmu di bangku kuliah.
"Selamat. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik," kata Budi Guntoro.
Budi mengatakan keterbatasan ekonomi tak jadi penghalang dalam menuntut ilmu. Mahasiswa dapat tenang dan fokus berkuliah melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.