News Berita

Cara teman kumparan Menjaga Pertemanan Tetap Sehat di Usia Dewasa

Memasuki usia dewasa, sejumlah teman kumparan merasa circle pertemanannya semakin mengecil. Yuk, kepoin cerita mereka dalam artikel ini!

Cara teman kumparan Menjaga Pertemanan Tetap Sehat di Usia Dewasa
Ilustrasi berkumpul bersama teman-teman. Foto: Shutterstock
Ilustrasi berkumpul bersama teman-teman. Foto: Shutterstock

Memasuki usia dewasa, tanpa disadari lingkup pertemanan terasa semakin mengecil. Padahal dulu, mungkin kamu punya banyak teman untuk diajak nongkrong, curhat, atau sekadar bertukar kabar setiap hari.

Ada banyak alasan di balik fenomena ini, mulai dari padatnya aktivitas sehari-hari, fokus mengejar karier, hingga mulai membangun keluarga dan memikirkan masa depan. Situasi tersebut membuat banyak orang jadi lebih selektif dalam memilih circle yang benar-benar nyaman serta membawa pengaruh baik.

Menariknya, fenomena serupa juga dirasakan oleh sebagian teman kumparan, lho. Kira-kira bagaimana cara mereka menjalani pertemanan di usia dewasa dan memilih circle yang sehat? Yuk, kepoin cerita selengkapnya di bawah ini!

Cerita Pertemanan teman kumparan di Usia Dewasa

Ilustrasi pertemanan baik.  Foto: Thinkstock
Ilustrasi pertemanan baik. Foto: Thinkstock

Cerita pertama datang dari teman kumparan Kevin (29). Menurutnya, circle pertemanan yang mengecil bukanlah hal buruk. Di usianya yang hampir memasuki kepala tiga, Kevin justru merasa hidupnya jadi lebih tenang saat lingkaran pertemanannya mulai menyempit.

Bagi Kevin, punya circle kecil membuat energi sosialnya lebih terjaga. Ia juga merasa nggak lagi terbebani untuk selalu update kehidupan atau terus ikut nongkrong setiap saat.

Saat ini, Kevin lebih fokus mencari teman yang tulus dan benar-benar suportif, bukan cuma hadir ketika suasana sedang seru atau menyenangkan.

Ilustrasi mengobrol dengan teman. Foto: fizkes/Shutterstock
Ilustrasi mengobrol dengan teman. Foto: fizkes/Shutterstock

Hal serupa juga dialami oleh teman kumparan Alya (22). Memasuki usia 20-an, ia merasa sisi social butterfly dalam dirinya mulai berkurang. Nah, untuk menyiasatinya, Alya kini nggak selalu menyetujui semua ajakan nongkrong.

“Kadang lebih milih quality time sama beberapa teman dekat dibanding ketemu banyak orang tapi capek sendiri,” ungkapnya.

Perasaan semacam itu memang cukup relate dengan kehidupan sosial banyak orang dewasa. Mengutip laman Psychology Today, terlalu sering berada di keramaian atau terus-menerus bersosialisasi dapat memicu social exhaustion alias kelelahan sosial, terutama ketika seseorang nggak punya cukup waktu untuk mengisi ulang energinya sendiri.

Ilustrasi Sahabat Perempuan. Foto: zEdward_Indy/Shutterstock
Ilustrasi Sahabat Perempuan. Foto: zEdward_Indy/Shutterstock

Di sisi lain, teman kumparan Dimas juga mulai menyadari bahwa semakin dewasa, waktu dan energinya nggak bisa dibagi ke semua orang begitu saja. Sekarang, ia lebih menghargai hubungan yang sederhana dan nggak ribet.

Menurutnya, pertemanan yang sehat nggak harus selalu chat setiap hari. Meski jarang komunikasi, saat bertemu tetap bisa nyambung dan saling support satu sama lain.

Di usianya yang sudah memasuki 30-an, Dimas mengaku circle pertemanannya kini bisa dihitung jari. Walau begitu, semua hubungan tersebut terasa lebih meaningful dan benar-benar berarti buat dirinya.

Tips Membangun Pertemanan Sehat di Usia Dewasa

Ilustrasi tiga sahabat perempuan. Foto: Shutterstock
Ilustrasi tiga sahabat perempuan. Foto: Shutterstock

Selain cerita dari teman kumparan, ada juga beberapa tips membangun pertemanan sehat di usia dewasa yang dirangkum dari laman Headspace. Berikut beberapa di antaranya:

1. Jaga konsistensi komunikasi

Pertemanan bisa bertahan karena ada intensitas. Nggak harus setiap hari chatting, tapi tetap sempatkan buat ketemu atau sekadar saling menyapa. Hal kecil seperti ngopi bareng atau ikut kegiatan rutin bisa bikin hubungan makin dekat.

2. Nggak perlu bergantung pada satu circle saja

Seiring bertambah usia, wajar kalau hubungan pertemanan berubah. Karena itu, nggak ada salahnya tetap membuka diri untuk mengenal lingkungan baru supaya relasi sosial tetap sehat.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan

Buka sumber asli