Cara Polytron Bikin Motor Listrik Terasa Lebih Kalcer
Polytron menghadirkan kompetisi bertajuk Polytron Fox Berkreasik Design Competition. #kumparanOTO

Polytron menghadirkan kompetisi bertajuk Polytron Fox Berkreasik Design Competition. Kompetisi ini menyasar pelajar hingga mahasiswa untuk menuangkan ide kreatif mereka langsung ke bodi Polytron Fox 200.
Berdasarkan hasil survei Lokadata terhadap 1.500 responden usia 18 sampai 34 tahun, minat terhadap kendaraan listrik sebenarnya cukup tinggi. Sekitar 75 persen Gen Z dan Milenial mengaku tertarik beralih dalam lima tahun ke depan.

Menariknya, faktor harga justru bukan menjadi hambatan utama. Kondisi ini membuka peluang bagi produsen untuk menghadirkan pendekatan yang lebih personal, termasuk dari sisi desain dan karakter produk.
Melalui kompetisi ini, Polytron mencoba menempatkan Fox 200 sebagai medium ekspresi. Bodi motor listrik tersebut diposisikan layaknya kanvas yang bisa diolah sesuai identitas masing-masing peserta.

“Transisi ke kendaraan listrik di kalangan anak muda akan berjalan lebih masif jika produk tersebut bisa masuk dan menjadi bagian dari kalcer mereka sehari-hari. Melalui Fox Berkreasik Design Competition, kami memberikan ruang kebebasan berekspresi pada bidang bodi FOX 200,” ujar Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly lewat keterangan resmi yang diterima kumparan, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, kendaraan listrik saat ini perlu hadir lebih dari sekadar alat mobilitas. Desain dan gaya menjadi faktor penting agar bisa diterima oleh pasar muda.
“Kami ingin Gen Z melihat bahwa motor listrik bukan sekadar kendaraan yang ramah lingkungan, tetapi juga bisa tampil stylish, kalcer, dan membanggakan untuk dikendarai karena itu adalah hasil karya mereka sendiri,” katanya.

Tak hanya kompetisi, Polytron juga menyiapkan sesi workshop kreatif untuk peserta terpilih. Kegiatan ini menghadirkan Hard13, visual artist yang dikenal dengan pendekatan budaya lokal dalam karya kontemporer.
Peserta akan mendapatkan pendampingan mulai dari proses pencarian ide hingga teknik desain yang sesuai tren. Selain itu, proses kurasi juga melibatkan Adega sebagai perwakilan pelaku skena kalcer.
Ilman menjelaskan, pemilihan Fox 200 bukan tanpa alasan. Dimensi bodinya yang cukup luas dinilai ideal untuk eksplorasi desain sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas anak muda.

Kompetisi ini dibuka untuk peserta berusia 17 hingga 25 tahun dari seluruh Indonesia. Periode pengumpulan karya berlangsung dari 27 April sampai 18 Mei 2026 dengan proses pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara daring.
Pemenang utama nantinya akan mendapatkan satu unit Fox 200 yang diwujudkan langsung dari desain karyanya. Selain itu, tersedia pula hadiah lain seperti laptop, monitor gaming, hingga voucher belanja bernilai jutaan rupiah.