News Berita

Cak Imin Tegaskan PKB Punya Tanggungjawab Pikirkan NU: Sebagai Anak

Cak Imin Tegaskan PKB Punya Tanggungjawab Pikirkan NU: Sebagai Anak. #newsupdate #news #update #text

Cak Imin Tegaskan PKB Punya Tanggungjawab Pikirkan NU: Sebagai Anak
Ilustrasi kantor Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Shutterstock
Ilustrasi kantor Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Shutterstock

Ketua Umum Partai Kebangsaan Indonesia (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa PKB mempunyai tanggungjawab terhadap masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai anak kandung NU, Cak Imin menuturkan PKB harus dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan NU ke depan.

"PKB ini selain berada di eksekutif dan legislatif, sebagai anak NU juga punya tanggung jawab memikirkan NU. Kalau tidak ikut memikirkan dimarahi, ikut memikirkan dianggap campur tangan. Kan repot kalau begitu," ujar Cak Imin pernyataannya saat menghadiri acara Sholawat Kebangsaan dan Pentas Kebudayaan dikutip Sabtu (27/6).

Cak Imin menjelaskan, NU harus harus selalu dalam keadaan yang bugar agar ke depan dapat selalu menjadi penopang kesuksesan program pemerintah dalam melakukan pembangunan.

Cak Imin usai menghadiri buka puasa bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3). Foto: Dok Bakom RI
Cak Imin usai menghadiri buka puasa bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3). Foto: Dok Bakom RI

“NU harus sehat. Kalau NU tidak sehat, yang rugi negara. Kalau NU tidak sehat, yang rugi pemerintah. Karena kalau NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya sehat, mereka bisa membantu pemerintah menyukseskan pembangunan," katanya.

Ia menambahkan, beban pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dapat ditanggulangi bila NU semakin menguat dan produktif.

“Kalau NU kuat, NU produktif, maka akan meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah," ujarnya.

Lebih jauh, Menko PM itu juga membantah terkait campur tangan PKB saat mengkritik kebijakan NU. Ia menegaskan, PKB bertanggung jawab terhadap peran NU ke depan.

“Saya kalau mengkritik NU suka ada yang marah, dibilang PKB ikut-ikut. Tidak, kita tidak ikut-ikut, tapi kita bertanggung jawab. Kita ikut memikirkan masa depan NU bukan hanya karena kita anaknya NU, tetapi karena bangsa ini membutuhkan NU yang semakin berperan. Semakin NU berperan dengan baik, semakin besar peluang bangsa ini meraih kemajuan," tegas Gus Muhaimin.
Buka sumber asli