News Berita

Cadangan Devisa Tertekan, Masyarakat India Diminta Stop Beli Emas Setahun

PM India, Narendra Modi, meminta masyarakat India stop membeli emas setahun untuk menekan penurunan cadangan devisa. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Cadangan Devisa Tertekan, Masyarakat India Diminta Stop Beli Emas Setahun
Perdana Menteri India, Narendra Modi. Foto: AFP
Perdana Menteri India, Narendra Modi. Foto: AFP

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta masyarakat India untuk stop membeli emas setidaknya selama satu tahun untuk menekan penurunan cadangan devisa. Pernyataan ini dinilai mengejutkan karena logam mulia memainkan peran penting dalam tabungan, pernikahan, dan festival keagamaan di India.

"Selama setahun, apa pun fungsinya, kita seharusnya tidak membeli perhiasan emas," kata Modi seperti dilansir Bloomberg, Senin (11/5).

Modi mengatakan hal tersebut sembari meminta masyarakat India untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan perjalanan ke luar negeri yang tidak perlu.

"India menghabiskan banyak uang untuk mengimpor emas, dan orang-orang harus menahan diri dari pembelian yang tidak penting," katanya.

Warga India ramai-ramai menjual perhiasan emas miliknya saat Pandemi. Foto: AFP/PUNIT PARANJPE
Warga India ramai-ramai menjual perhiasan emas miliknya saat Pandemi. Foto: AFP/PUNIT PARANJPE

Permintaan yang tidak biasa itu menggarisbawahi bagaimana perang di Iran menyebabkan defisit perdagangan dan pelemahan rupee. Emas juga menjadi penyumbang terbesar impor India setelah minyak. India tercatat sebagai importir emas batangan terbesar kedua di dunia.

Emas batangan memiliki peranan penting bagi setiap aspek kehidupan ekonomi dan budaya India. Banyak orang India lebih menyukainya untuk ditabung, sementara dalam budaya India, memakai emas saat pernikahan atau festival dianggap dapat membawa keberuntungan.

Saham Titan Co, toko perhiasan terbesar di India, kehilangan sebanyak 6,6 persen di Mumbai. Saham Senco Gold Ltd dan Kalyan Jewelers India Ltd masing-masing turun sebanyak 10,8 persen dan 9,5 persen.

Buka sumber asli