News Berita

BYD Sebut 80 Persen Pemesanan M6 DM Datang dari Jawa Tengah

Jawa Tengah jadi pasar terbesar BYD M6 DM, sumbang 80 persen pemesanan.

BYD Sebut 80 Persen Pemesanan M6 DM Datang dari Jawa Tengah
Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Jawa Tengah menjadi salah satu pasar yang paling menjanjikan bagi BYD M6 DM. Bahkan, pabrikan asal China tersebut mengklaim mayoritas pemesanan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbarunya itu berasal dari wilayah tersebut.

President Director BYD Indonesia, Eagle Zhao mengatakan, sekitar 80 persen pemesan BYD M6 DM saat ini berasal dari Jawa Tengah. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap model elektrifikasi terbaru BYD itu.

"Dari total pemesan untuk M6 DM, 80 persennya yang sudah booking itu dari Jawa Tengah," ujar Eagle dalam acara BYD Tech Culture Fest 2026 di Semarang, Rabu (17/6).

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menurut Eagle, salah satu faktor yang mendorong tingginya minat konsumen adalah strategi harga yang dirancang agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Kami membuat harga M6 DM ini lebih menarik, lebih terjangkau agar mempunyai daya beli untuk M6 DM," jelas dia.

Untuk wilayah Semarang dan sekitarnya, BYD M6 DM Classic dibanderol Rp 318.500.000 untuk tipe Standard dan Rp 338.500.000 untuk tipe Dynamic.

BYD M6 DM. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
BYD M6 DM. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Sementara itu, BYD M6 DM Cross Advanced dipasarkan dengan harga Rp 380.500.000, Cross Superior Rp 400.500.000, dan Cross Superior Captain Rp 410.500.000.

Selain melihat tingginya minat terhadap M6 DM, BYD juga optimistis pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Terlebih menurut Eagle, tren kenaikan harga bahan bakar turut mendorong masyarakat mulai melirik kendaraan yang lebih efisien.

"Jadi saat ini ini kita menghadapi kenaikan BBM hingga 30 persen. Saya bisa melihat SPBU banyak sekali antrean, dan kami menemukan lebih banyak konsumen yang beralih ke EV," ungkap Eagle.

Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Tingginya minat konsumen di Jawa Tengah juga menjadi salah satu alasan BYD menggelar BYD Tech Culture Fest 2026 di Semarang. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin memperkenalkan lebih dekat teknologi kendaraan listrik dan hybrid kepada masyarakat.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menjajal berbagai zona interaktif seperti Technology Zone, Exhibition Display, hingga Test Drive Area. Masyarakat juga dapat mempelajari berbagai inovasi BYD sekaligus merasakan langsung pengalaman berkendara kendaraan listrik dan hybrid.

Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Event BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Bagi BYD, Jawa Tengah kini menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

"Jawa Tengah merupakan tempat yang sangat penting untuk kami," kata Eagle.

Laporan: Intan Alliva Khansa/kumparan

Buka sumber asli