News Berita

Buntut 2 Siswa MA Nunggak Seragam Dikeluarkan: Kemenag Padang Tegur Kepsek

Buntut 2 Siswa MA Nunggak Seragam Dikeluarkan: Kemenag Padang Tegur Kepsek #newsupdate #update #news #text

Buntut 2 Siswa MA Nunggak Seragam Dikeluarkan: Kemenag Padang Tegur Kepsek
Ilustrasi kursi dan meja sekolah. Foto: Shutterstock
Ilustrasi kursi dan meja sekolah. Foto: Shutterstock

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang memberikan sanksi teguran untuk Kepala Madrasah Aliyah Al-Furqan, Desmaelfa Sinar. Hal ini buntut heboh kasus penagihan tunggakan seragam sekolah dua siswa sebesar Rp 300 ribu yang berujung pindah sekolah.

"Kami sudah memberikan nasihat kepada yang bersangkutan agar jangan asal berbicara dan menjaga lisan. Begitupun harus bijak menggunakan media sosial," ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, Selasa (12/5).

Menurut Yasril, langkah penagihan yang dilakukan kepala sekolah sudah tepat dan sesuai standar operasional prosedur. Hanya saja, cara dan perkataan yang harus diperbaiki.

"Harus menjaga perkataan, harus menjaga perasaan hati masyarakat. Memang perkataan yang bersangkutan terlanjur sedikit, itu tidak boleh, bisa merugikan," kata dia.

Yasril mengatakan, semestinya seorang kepala sekolah tidak mengeluarkan ucapan pindah sekolah jika tunggakan belum dapat diselesaikan oleh seorang siswa atau wali siswa. Dalam hal ini yakni Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra.

Dua siswa yang pindah sekolah ini tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi yang beralamat di Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka anak yatim asal Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pasaman.

Ia menambahkan dalam waktu dekat Kantor Kemenag Kota Padang akan kembali memanggil dan melakukan BAP kepada Desmaelfa Sinar. Namun, saat ini kasus telah diselesaikan dengan mempertemukan kedua belah pihak.

"Sudah diselesaikan dengan kedua pihak, sama komite sekolah. Kira-kira sudah selesai dan sudah ada klarifikasi. Siswa juga sudah masuk sekolah lagi, meskipun di sekolah baru dengan seusai keinginannya," pungkasnya.

Buka sumber asli