News Berita

BPH Migas Blokir 307.107 QR Code Ilegal BBM Subsidi

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengungkap saat ini sudah ada 307.107 QR Code BBM subsidi yang diblokir.#bisnisupdate #update #bisnis #text

BPH Migas Blokir 307.107 QR Code Ilegal BBM Subsidi
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, memberikan keteranagn pers di Fuel Terminal Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, Kamis (15/1).  Foto: Widya Islamiati/kumparan
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, memberikan keteranagn pers di Fuel Terminal Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, Kamis (15/1). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengungkap saat ini sudah ada 307.107 QR Code BBM subsidi yang diblokir.

Jumlah pemblokiran menurutnya terus naik karena ada QR Code yang ilegal. Langkah pemblokiran tersebut menurut Wahyudi merupakan upaya agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

"Kemudian sebelah kanan kita juga terus melakukan optimalisasi agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Itu kita melakukan pemblokiran hampir 307.107 QR Code. Dan ini continue terus bergerak dan naik karena adanya QR Code yang diproduksi secara ilegal dan seterusnya," kata Wahyudi dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).

Di samping itu, Wahyudi menjelaskan bahwa mulai 2026 BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga sedang menyiapkan sistem QR Code yang lebih baik. Hal ini dilakukan agar ke depannya QR Code tak dapat dipalsukan.

"Jadi ini kita siapkan pondasi enterprise data warehouse yang nanti akan terintegrasi dengan Pertamina Patra Niaga sebagai contoh nanti QR Code akan kita kelola bersama sehingga ke depan hasil evaluasinya ini dapat dijadikan sebagai acuan agar QR Code ini tidak dapat diduplikasi," ujarnya.

Dari berbagai sidak ke beberapa daerah yang dilakukan Wahyudi, ia menyebut memang ada modus penggunaan QR Code ilegal untuk membeli BBM subsidi secara berulang.

Selain itu, Wahyudi juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah BBM hasil penindakan penyalahgunaan sudah lebih dari 400 ribu liter.

"Jadi ini intensitasnya cukup lumayan besar. Jumlah untuk BBM yang disita itu kurang lebih 479.267 liter. Ini cukup lumayan besar pada periode 2026 ini," kata Wahyudi.

Buka sumber asli