Boeing Siap Tingkatkan Produksi 737 Max
Boeing menekankan produksi 737 Max dilakukan secara bertahap. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Boeing berupaya meningkatkan kinerjanya untuk kembali memproduksi 737 Max. Pesawat tersebut dinilai masih banyak dinikmati atau digunakan meski sebelumnya reputasi perusahaan sempat terganggu imbas sejumlah kecelakaan.
Dikutip dari AFP, dalam upacara peresmian yang dihadiri oleh ratusan karyawan Boeing, pimpinan divisi penerbangan komersial Stephanie Pope, serta para pejabat terpilih negara bagian Washington, investasi senilai USD 1 miliar untuk lini produksi Max 'North Line' di Everett, Washington, disebut sebagai langkah tepat bagi fasilitas industri yang telah memproduksi pesawat tersebut.
"Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap tenaga kerja kami, manufaktur Amerika, dan masa depan industri kedirgantaraan di kota Everett. Pabrik ini telah berulang kali menunjukkan kepada dunia apa yang bisa dicapai," ujar Wali Kota Everett, Cassie Franklin.
Boeing memiliki rencana besar untuk North Line, dengan target laju produksi yang setara dengan fasilitas di Renton, yang terletak sekitar 56 kilometer di selatan dan hingga pekan ini menjadi satu-satunya lokasi perakitan Boeing 737 Max.
Namun, sejalan dengan sikap hati-hati Boeing pasca-dua kecelakaan fatal yang melibatkan Max, para eksekutif berencana meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap di Everett untuk pesawat yang dulunya menjadi sumber masalah perusahaan, namun kini justru menjadi pusat upaya kebangkitannya.
"Ini adalah permulaan yang dilakukan secara bertahap," ujar Jennifer Boland-Masterson, direktur senior produksi North Line Boeing, dalam tur media di lini produksi baru tersebut awal pekan ini.

"Kami akan memulainya dengan laju yang lebih lambat, lalu kemudian meningkatkan kecepatannya," kata Boland-Masterson saat menjelaskan pengerjaan badan pesawat (fuselage) 737 Max 10 pertama di lokasi tersebut, yang baru saja mulai dirakit.
Gedung Everett sebelumnya digunakan untuk merakit Boeing 787 Dreamliner sebelum Boeing memindahkan operasi tersebut ke South Carolina. Meski begitu, area yang sangat luas itu tampak sebagian besar kosong pada awal minggu, hanya menyisakan derek yang tidak beroperasi, segelintir pekerja, dan sesekali suara dengungan mesin bor.
Operasi di Everett ini sangat mengacu pada model lini perakitan Max di Renton. Proses operasionalnya terbagi dalam 10 hari alur kerja (flow days), termasuk tahapan pemasangan sayap, serta melengkapi struktur pesawat dengan mesin, kursi, dan komponen lainnya. Boland-Masterson enggan memberikan jadwal pasti kapan pesawat MAX pertama dari lini North Line akan menyelesaikan seluruh proses tersebut.
Boeing sedang melatih 1.000 staf untuk North Line; sekitar separuhnya berasal dari Renton, sementara sisanya adalah karyawan baru. Pekerjaan yang ditempatkan di Everett karena terbatasnya lahan di Renton itu akan menjadi elemen kunci dalam upaya Boeing meningkatkan produksi MAX dari angka saat ini sebanyak 47 unit per bulan menjadi 63 unit atau bahkan lebih tinggi. Peningkatan produksi ini bakal diawasi secara ketat oleh regulator penerbangan federal.
Masih Ada Hambatan Regulasi
Pesawat Max telah menjadi sorotan utama dalam serangkaian masalah yang dialami Boeing selama kurun waktu yang panjang. Masalah tersebut bermula dari dua kecelakaan fatal pada 2018 dan 2019 yang menewaskan total 346 orang dan memicu dengar pendapat di Kongres. Dalam kesempatan itu, Boeing dikecam keras karena dianggap mengabaikan aspek keselamatan demi mengejar keuntungan serta menyesatkan regulator Federal Aviation Administration (FAA) selama proses sertifikasi.
Perusahaan mengganti jajaran pimpinannya pada Desember 2019, namun keraguan terhadap Max kembali muncul pada Januari 2024. Saat itu, sebuah panel jendela pada pesawat jet Alaska Airlines terlepas di tengah penerbangan, yang kemudian diikuti oleh pendaratan darurat dan tidak menimbulkan korban jiwa. Insiden tersebut kembali menjerumuskan Boeing ke dalam krisis, yang memicu perombakan jajaran pimpinan sekali lagi.
Sejak saat itu, CEO Kelly Ortberg telah menerapkan perbaikan pada proses dan pengendalian mutu, serta berupaya memulihkan kredibilitas di mata maskapai pelanggan dan regulator FAA—pihak yang memberikan lampu hijau untuk peningkatan produksi Max dari 38 menjadi 42 unit, lalu dari 42 menjadi 47 unit.
Dalam sebuah konferensi Wall Street pada akhir Mei, Ortberg menyatakan bahwa dibutuhkan 'beberapa bulan stabilisasi' pada tingkat produksi 47 unit untuk mempersiapkan rantai pasok, sembari memantau indikator kinerja utama. Menurut dokumen informasi dari Boeing, setelah tahap produksi awal dengan tingkat rendah di Everett, Jalur Utara (North Line) akan membantu program 737 Max mencapai tingkat produksi 52 pesawat per bulan.
Namun, Boeing masih harus mengatasi sejumlah hambatan penting dari FAA, termasuk sertifikasi 737 Max 10. Selain itu, badan tersebut harus menyetujui rencana produksi perusahaan untuk fasilitas Everett sebelum pesawat komersial dapat diserahterimakan.