News Berita

Body Shaming: Luka dari Kata-Kata yang Sering Dianggap Bercanda

Body shaming bukan sekadar komentar tentang penampilan. Bagi sebagian orang, kata-kata sederhana dapat meninggalkan luka yang bertahan lama.

Body Shaming: Luka dari Kata-Kata yang Sering Dianggap Bercanda
Ilustrasi body shaming. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi body shaming. Foto: Shutter Stock

Body shaming merupakan perilaku memberikan komentar negatif, kritik, atau ejekan terhadap bentuk tubuh maupun penampilan seseorang. Sayangnya, perilaku ini masih sering dianggap sebagai candaan biasa di lingkungan masyarakat, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Banyak orang tidak menyadari bahwa hanya satu atau dua kata saja dapat meninggalkan luka yang mendalam. Komentar mengenai bentuk tubuh dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri, bahkan kesulitan untuk menerima dan mencintai dirinya sendiri atau self love.

Saya sendiri pernah mengalami body shaming karena memiliki tubuh yang kurus. Tidak jarang saya mendengar komentar seperti,

"Kurang gizi ya?", "Tidak dikasih makan ya?", "Isinya tulang semua", atau "Makanya gemukin badan."

Bagi sebagian orang, mungkin kalimat tersebut terdengar sepele atau hanya bercanda. Namun, bagi orang yang menerimanya berulang kali, komentar seperti itu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat seseorang mempertanyakan kondisi dirinya sendiri.

Body shaming tidak hanya dialami oleh orang yang memiliki berat badan berlebih, tetapi juga oleh mereka yang memiliki tubuh kurus, tinggi, pendek, atau memiliki karakteristik fisik tertentu. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda dan tidak semuanya dapat diubah dengan mudah.

Foto : Shutterstock
Foto : Shutterstock

Daripada memberikan komentar mengenai penampilan fisik seseorang, akan lebih baik jika kita memberikan dukungan atau apresiasi terhadap hal-hal positif yang dimiliki orang tersebut. Menghargai perbedaan dan menjaga perkataan merupakan langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua orang.

Pada akhirnya, tubuh setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Karena itu, sebelum berkomentar mengenai fisik orang lain, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: apakah perkataan tersebut akan membantu, atau justru melukai?

Buka sumber asli