News Berita

Berat Badan Maia Estianty Naik, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Menopause

Dokter ungkap alasan kenapa berat badan naik di fase menopause seperti yang dialami Maia Estianty, Moms. #momsupdate #update #mom #text

Berat Badan Maia Estianty Naik, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Menopause
Musisi Maia Estianty saat hadir di konferensi pers Indonesian Idol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, (16/9). Foto: Ronny
Musisi Maia Estianty saat hadir di konferensi pers Indonesian Idol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, (16/9). Foto: Ronny

Maia Estianty membagikan pengalaman yang mungkin juga dialami banyak perempuan saat memasuki fase menopause. Ya Moms, lewat unggahan di akun Threads miliknya, Maia mengaku berat badannya naik hingga 3 kilogram saat memasuki fase menopause.

Kenaikan berat badan ini sering kali membuat perempuan bertanya-tanya, apalagi jika pola makan dan aktivitas sehari-hari terasa tidak banyak berubah. Lantas, kenapa berat badan lebih mudah naik saat menopause?

Penyebab Berat Badan Lebih Mudah Naik saat Menopause

Stres bisa sebabkan berat badan meningkat lho Ladies. Foto: Shutterstock
Stres bisa sebabkan berat badan meningkat lho Ladies. Foto: Shutterstock

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG memasuki usia 40 tahun tubuh mulai mengalami perubahan hormon, terutama penurunan estrogen.

"Memasuki usia 40 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan karena hormon estrogen menurun. Ketika pembentukan otot menurun, terjadi sentralisasi lemak yang lebih banyak mengumpul di area perut. Selain itu juga mulai terjadi resistensi insulin.” ujar dr. Dinda kepada kumparanMOM, Minggu (12/7).

Akibat perubahan tersebut berat badan jadi lebih mudah meningkat selama masa menopause, Moms.

Bukan Hanya Berat Badan, Ini Perubahan yang Bisa Terjadi

Penurunan hormon estrogen ternyata juga memengaruhi banyak fungsi tubuh lainnya. Menurut dr. Dinda, perempuan yang memasuki menopause dapat mengalami beberapa perubahan, seperti:

  • Brain fog atau lebih sering lupa

  • Sulit tidur

  • Lebih mudah merasa stres

  • Nyeri sendi

  • Massa otot semakin berkurang

  • Risiko pengeroposan tulang (osteoporosis) meningkat

Untuk menjaganya, dr. Dinda menyarankan kebutuhan nutrisi juga perlu berubah saat menopause. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah asupan protein untuk membantu mempertahankan massa otot.

Caranya dengan mengonsumsi protein sekitar 80 gram per hari, yang dibagi ke dalam tiga kali makan.

Selain itu, beberapa jenis makanan sebaiknya mulai dibatasi, antara lain:

  • Gorengan.

  • Lemak jahat.

  • Makanan tinggi tepung.

  • Karbohidrat olahan.

"Tubuh membutuhkan nutrisi untuk membentuk otot. Otot adalah mesin yang membantu membakar lemak. Kalau otot tidak terbentuk maka berat badan akan lebih mudah naik," kata dr. Dinda.

Selain menjaga pola makan, olahraga juga berperan penting dalam membantu mengontrol berat badan selama menopause.

Hal ini bisa dilakukan mulai dari memprioritaskan strength training atau latihan beban untuk membantu mempertahankan massa otot. Sementara itu, olahraga kardio tetap dapat dilakukan sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu.

Dengan massa otot yang tetap terjaga, tubuh akan lebih optimal membakar lemak sehingga kenaikan berat badan selama menopause dapat lebih terkontrol, Moms.

Buka sumber asli