Bakom Rangkul Homeless Media, Ajak Bertransformasi Jadi 'New Media'
Bakom Rangkul Homeless Media, Ajak Bertransformasi Jadi 'New Media' #newsupdate #update #news #text

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari menegaskan pentingnya merangkul media digital atau new media guna meningkatkan kualitas ekosistem informasi di Indonesia. Qodari mengatakan new media ini merangkul sejumlah media homeless yang selama ini aktif di media sosial.
Hal itu disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).
Menurut Qodari, kehadiran new media menjadi bagian dari realitas komunikasi saat ini yang tidak bisa diabaikan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita," kata Qodari.
Meski demikian, Qodari mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi oleh new media, termasuk dalam hal standar jurnalistik dan hubungan dengan lembaga seperti Dewan Pers.
"Satu catatan bahwa kami mengakui bahwa masih ada beberapa isu-isu yang harus disektor oleh new media, ya ini catatan juga nih buat teman-teman new media, baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers," ucapnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah bukan menjauhkan, melainkan merangkul new media agar kualitasnya meningkat.
"Namun pandangan kami, new media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produk dari new media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional," tegas Qodari.
Lebih lanjut, ia mencontohkan salah satu aspek penting dalam jurnalisme konvensional seperti prinsip cover both sides yang dinilai masih menjadi tantangan bagi sebagian new media.
"Beberapa aspek paling mendasar dari media konvensional dan beberapa aspek dari media baru ini yang membedakan dengan media konvensional adalah mengenai beberapa aspek seperti misalnya cover both side," jelasnya.
Qodari menambahkan, saat ini new media telah memiliki jangkauan audiens yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan juta pengikut dengan miliaran tayangan setiap bulannya. Karena itu, peningkatan kualitas menjadi hal mendesak agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab.
"Jadi dengan kondisi tersebut, dengan realitas bahwa new media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 5 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas new media memang semakin meningkat," pungkasnya.