AS Ungkap Foto Video UFO yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya
Departemen Pertahanan AS merilis dokumen yang belum pernah dilihat sebelumnya tentang UFO, yang mencakup laporan warga sipil di Bumi, dan oleh astronaut dalam perjalanan ke Bulan. #kumparanSAINS

Departemen Pertahanan AS merilis sejumlah dokumen yang belum pernah dilihat sebelumnya tentang UFO, mencakup penampakan yang dilaporkan warga sipil di Bumi, dan oleh astronaut dalam perjalanan ke Bulan.
Ada 161 berkas yang dapat diakses melalui situs web Departemen Pertahanan AS. Dokumen yang berasal dari beberapa dekade, telah dideklasifikasi dan diposting secara online pada Jumat, 8 Mei 2026, atas arahan Presiden Donald Trump yang berjanji untuk merilisnya "berdasarkan minat yang sangat besar yang ditunjukkan".
Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat telah menyaksikan peningkatan minat publik terhadap kehidupan di luar angkasa.
Pada tahun 2022, Kongres AS mengadakan sidang pertama tentang UFO dalam 50 tahun terakhir. Militer AS berjanji untuk lebih transparan terkait masalah ini.
Presiden AS ke-44, Barack Obama, dalam sebuah wawancara pada Februari 2026, meyakini bahwa alien itu nyata, tetapi dia sendiri belum pernah melihatnya.
Obama kemudian mengklarifikasi komentarnya. Dia bilang, secara statistik kemungkinan, ada kehidupan di luar sana, tetapi dia "tidak melihat bukti" apa pun selama menjabat sebagai presiden.
Pada bulan yang sama, Presiden Trump mengarahkan Pentagon untuk merilis berkas-berkas "yang berkaitan dengan kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (unidentified aerial phenomena/UAP), dan benda terbang tak dikenal (unidentified flying objects/UFO)".
Gambar misterius dalam misi Apollo ke Bulan
Dalam berkas yang diungkap Jumat kemarin, Departemen Pertahanan AS merilis gambar yang selama ini dirahasiakan dari para astronaut yang menjalankan misi pendaratan di Bulan pada Apollo 11, Apollo 12, dan Apollo 17 pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Dari misi Apollo 12 tahun 1969, ada foto pendaratan astronaut di Bulan yang juga menangkap kilatan cahaya biru, tapi kilatan cahaya itu tidak dapat diidentifikasi ketika diperbesar.

Buzz Aldrin, astronot dari misi Apollo 11, pernah mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 1969 yang diterbitkan pada hari Jumat kemarin, bahwa ia melihat beberapa fenomena yang tidak dapat dijelaskan dalam perjalanannya ke Bulan. "Saya mengamati apa yang tampak seperti sumber cahaya yang cukup terang yang untuk sementara kami anggap sebagai kemungkinan laser," katanya.
Transkrip menunjukkan bahwa astronaut Apollo 12, Alan Bean, yang berjalan di Bulan pada tahun 1969, mengatakan bahwa ia melihat partikel dan kilatan cahaya "melayang di angkasa" selama misi tersebut. Partikel-partikel itu tampak seperti "keluar dari Bulan", katanya.
Dua astronaut yang berada di misi Apollo 17 pada tahun 1972 juga melaporkan melihat cahaya berkedip saat berada di dalam pesawat. "Rasanya seperti perayaan Hari Kemerdekaan di luar sana!" kata astronaut Jack Schmitt. Mereka menambahkan bahwa cahaya itu mungkin merupakan pantulan dari pecahan es.
Benda melayang muncul dari cahaya
Salah satu berkas menunjukkan seorang pria memberi tahu FBI dalam sebuah wawancara tahun 1957 bahwa ia telah menyaksikan sebuah kendaraan besar berbentuk lingkaran muncul di atas tanah.
Terdapat juga wawancara pada September dan Oktober 2023 di mana warga AS melaporkan objek logam melayang yang muncul dari cahaya terang.
Di bawah ini adalah sebuah foto di sebuah lokasi sebenarnya, yang ditambahkan sketsa grafis oleh tim FBI Lab, berdasarkan laporan saksi mata pada September 2023 tentang objek logam perunggu elipsoid yang muncul dari cahaya terang di langit, dengan panjang hingga 59 meter, dan tiba-tiba menghilang.

Penampakan militer di Irak, Suriah, dan UEA
Berkas-berkas tersebut juga mencakup klip video yang diambil oleh militer AS dari Timur Tengah, yang berasal dari tahun 2022.
Rekaman dari Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab, menunjukkan apa yang disebut situs web Pentagon sebagai "fenomena anomali tak teridentifikasi yang belum terpecahkan".
Sebuah klip tahun 2022, yang diambil di lokasi yang dirahasiakan di Timur Tengah, menangkap sebuah objek berbentuk oval yang melesat dari kiri ke kanan, yang dalam laporan yang menyertainya ditandai sebagai "kemungkinan rudal".

Kongres AS minta pemerintah lebih transparan
Anggota Kongres AS, Tim Burchett, dari Partai Republik di negara bagian Tennessee, sebelumnya telah mengadvokasi transparansi pemerintah yang lebih besar terkait penampakan UFO. Ia menyambut baik rilis berkas-berkas tersebut oleh Pentagon, menyebutnya sebagai "awal yang bagus" dalam sebuah unggahan di X.
Anna Paulina Luna, seorang anggota Kongres dari Partai Republik yang berasal dari Florida, juga mendukung transparansi dalam masalah ini. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut pengungkapan tersebut sebagai "langkah besar pertama ke arah yang benar."
Namun, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene, yang dulunya sekutu Trump tetapi kini berselisih dengan presiden dan meninggalkan Kongres, mengatakan bahwa rilis tersebut merupakan pengalihan perhatian dari isu-isu yang lebih mendesak yang dihadapi warga Amerika, seperti keterjangkauan harga dan perang di Iran.
"Saya sudah muak dengan propaganda 'lihatlah benda yang berkilau'," kata Greene dalam sebuah unggahan di X.