News Berita

AS Serang Iran usai Serangan Terhadap Tiga Kapal di Selat Hormuz

AS Serang Iran usai Serangan Terhadap Tiga Kapal di Selat Hormuz #newsupdate #update #news #text

AS Serang Iran usai Serangan Terhadap Tiga Kapal di Selat Hormuz
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

Militer Amerika Serikat (AS) menyerang Iran pada Selasa (7/7) sebagai upaya balas dendam atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS menyebut serangan ke Iran kali ini dilakukan dengan kekuatan besar. Mereka menuding Iran sebagai pihak yang menyerang tiga kapal di Selat Hormuz tersebut.

Laporan kantor berita Iran pada Selasa menyebut ledakan terdengar di sekitar Selat Hormuz, termasuk di kawasan Pulau Qeshm. Selain itu, ledakan juga terjadi di Kota Sirik hingga Bandar Abbas.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut aksi AS merupakan bukti bahwa Washington berulang kali melanggar nota kesepahaman untuk menghentikan serangan sementara waktu. Iran berjanji akan membalas serangan tersebut.

"Iran mengeluarkan peringatan serius tentang konsekuensi pelanggaran perjanjian oleh Amerika Serikat, dan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran seperti dikutip dari AFP.

Serangan ini terjadi tak lama setelah AS membatalkan pencabutan sanksi terhadap sektor produksi minyak Iran. Pada saat yang sama, AS meningkatkan tekanan kepada Iran agar menyelesaikan negosiasi damai.

"Tindakan Iran di Selat Hormuz sama sekali tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat dan akan ditindaklanjuti dengan konsekuensi," kata seorang pejabat AS yang namanya dirahasiakan kepada AFP.

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Adapun keterangan badan keamanan maritim Inggris (UKMTO), serangan di Selat Hormuz bermula dari hantaman rudal ke sebuah kapal tanker. Serangan tersebut menyebabkan kapal itu terbakar.

Tak lama kemudian, dua kapal lainnya diserang drone. Saat serangan terjadi, ketiga kapal berada di dekat perairan Oman.

Pemerintah Qatar mengungkapkan salah satu kapal yang diserang adalah tanker Al-Rekayyat miliknya. Qatar menyalahkan Iran sembari menyebut tindakan itu tidak dapat diterima.

Pemerintah Qatar kemudian memanggil Duta Besar Iran di Doha untuk meminta penjelasan. Qatar juga mendesak Iran menghentikan segala serangan yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.

Pemerintah Iran menyatakan kecewa atas pernyataan Qatar. Teheran menyebut tuduhan Qatar tersebut sebagai klaim yang tidak dapat diterima.

Adapun media Iran mengutip sumber-sumber melaporkan, kapal tanker tersebut ditembak karena mengabaikan peringatan militer Iran untuk tidak melintasi jalur khusus tersebut.

Buka sumber asli