AS Dikabarkan Kontak Oposisi Israel untuk Gulingkan Netanyahu
AS Dikabarkan Kontak Oposisi Israel untuk Gulingkan Netanyahu #newsupdate #update #news #text

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diduga mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya perbedaan pandangan AS dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Laporan tersebut diungkap Channel 12 Israel pada Minggu (21/6). Menurut media itu, sejumlah pejabat pemerintahan Trump meyakini pemerintahan Netanyahu bisa diubah. Oleh karenanya, Pemerintah AS mulai mengontak sejumlah pemimpin oposisi Israel secara informal.

Dua tokoh yang disebut terlibat dalam komunikasi dengan AS yakni mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, yang kini memimpin Partai Together, serta Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar.
Channel 12 juga melaporkan pemerintah AS mengkhawatirkan pengaruh kelompok garis keras dalam kabinet Netanyahu dan berupaya membangun hubungan dengan kekuatan politik alternatif menjelang pemilu Israel berikutnya.
“Pemerintahan AS menyampaikan kekhawatiran terhadap kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berusaha membangun basis politik baru menjelang pemilu,” demikian laporan Channel 12, seperti dikutip dari Anadolu.
Menurut laporan itu, kubu oposisi Israel dalam beberapa bulan terakhir juga aktif membangun hubungan dengan pemerintahan Trump. Upaya tersebut disebut telah menghasilkan keberhasilan terbatas di kalangan pejabat AS yang kritis terhadap kebijakan Netanyahu.
Media tersebut menilai langkah Washington bertujuan memanfaatkan peluang politik yang muncul akibat memburuknya hubungan kepercayaan dengan pemerintahan Netanyahu saat ini.

Meski demikian, Channel 12 menegaskan Trump belum memberikan dukungan politik kepada tokoh Israel mana pun sebagai calon pengganti Netanyahu.
Sementara itu, survei yang dipublikasikan harian Maariv pada Jumat menunjukkan blok oposisi berpeluang membentuk pemerintahan jika pemilu digelar saat ini. Oposisi diproyeksikan meraih 61 kursi di Knesset (parlemen Israel), sementara blok pendukung Netanyahu hanya memperoleh 49 kursi.
Survei tersebut juga memperkirakan partai-partai Arab akan meraih 10 kursi dalam pemilu mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.