AS Bantah Selat Hormuz Ditutup Lagi oleh Iran, Sebut Militernya Awasi
AS Bantah Selat Hormuz Ditutup Lagi oleh Iran, Sebut Militernya Awasi #newsupdate #update #news #text

Militer Amerika Serikat (AS) membantah klaim Iran bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz, dengan menyatakan bahwa jalur perairan penting tersebut tetap terbuka dan pasukan AS terus memantau situasi untuk memastikan kondisi itu tetap berlangsung.
“Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,” kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, Sabtu (21/6) dikutip dari Reuters.
“Lalu lintas pelayaran terus berjalan, dan pasukan AS memantau situasi untuk memastikan hal ini tetap demikian," tambahnya.
Sebelumnya, Iran kembali menutup Selat Hormuz. Hal ini dipicu oleh serangan Israel ke Lebanon, pada Jumat (19/6) yang disebut Israel sebagai pelanggaran kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).
"Sekaligus diumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup untuk segala pelayaran, ini adalah respons dari pelanggaran perjanjian damai, dan jika mereka terus menyerang langkah selanjutnya akan diambil sampai mereka memenuhi kesepakatan perjanjian," kata Komando Militer Pusat Khatam-al Anbiya, dilansir AFP, Sabtu (20/6).
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan Israel ke negara tersebut sejak 2 Maret 2026 lalu telah mengakibatkan 4.057 orang tewas, termasuk 135 petugas kesehatan. Selain itu, 12.121 orang juga tewas akibat serangan itu.
Sementara pada serangan terakhir Jumat lalu, sebanyak 83 orang tewas dan 141 orang lainnya terluka. Kebanyakan dari mereka tewas di Selatan Lebanon.