News Berita

Anaknya Viral Flexing, Pejabat Setdakab Gayo Lues Minta Maaf

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf," kata dr. Nevirizal. #newsupdate #update #news #text

Anaknya Viral Flexing, Pejabat Setdakab Gayo Lues Minta Maaf
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal. Foto: Dok. Setdakab Gayo Lues
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal. Foto: Dok. Setdakab Gayo Lues

Beredar video memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing seorang wanita berinisial SZ di Kabupaten Gayo Lues, salah satu daerah di Aceh yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada November 2025.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak SZ memamerkan mobil Mitsubishi Pajero Sport dan sejumlah jerigen diduga berisi minyak solar. Selain itu, SZ juga tampak mengunggah foto tiket pesawat penerbangan ke luar negeri, yakni Korea, Inggris, Paris, dan Jerman. Bahkan SZ juga memamerkan daftar harga mobil baru yang jadi incarannya.

"Hidup kadang di Paris, Inggris, Jerman," demikian salah satu potingan SZ di akun media sosialnya.

Belakangan diketahui SZ merupakan anak dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal.

Dalam keterangannya, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf atas sikap anaknya tersebut.

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues," kata Nevirizal dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (23/7).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat Gayo.

"Saya memohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersakiti. Ini memang merupakan ketidaksengajaan anak kami, mungkin karena pemikirannya belum sampai ke situ," kata Nevirizal.

Nevirizal menjelaskan, unggahan yang dipersoalkan merupakan dokumentasi perjalanan keluarga pada pertengahan 2025, sebelum bencana alam pada akhir tahun terjadi.

Menurutnya, saat itu anak dan istrinya pergi ke Korea Selatan untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata.

"Unggahan itu merupakan dokumentasi perjalanan tahun lalu. Anak dan istri saya pergi ke Korea Selatan pada pertengahan 2025 untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata," jelasnya.

Foto udara kerusakan area persawahan pascabencana hidrometeorologi di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (2/2/2026). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Foto udara kerusakan area persawahan pascabencana hidrometeorologi di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (2/2/2026). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Hingga kini, unggahan tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial dan memicu tanggapan miring warganet. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues belum menyampaikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang.

Adapun bencana alam di Aceh pada November 2025 dipicu cuaca ekstrem akibat siklon Senyar yang diperparah oleh degradasi lingkungan. Hingga kini, upaya rehabilitasi dan pemulihan pascabencana masih terus berlangsung.

Buka sumber asli