News Berita

Anak TK di Boyolali Dijambret, Kalung Emas 3,5 Gram Raib

Anak TK di Boyolali Dijambret, Kalung Emas 3,5 Gram Raib #newsupdate #update #news #text

Anak TK di Boyolali Dijambret, Kalung Emas 3,5 Gram Raib
Rekaman dari CCTV menunjukkan anak TK di Boyolali dijambret. Foto: Dok. Istimewa
Rekaman dari CCTV menunjukkan anak TK di Boyolali dijambret. Foto: Dok. Istimewa

Seorang bocah berinisial N, yang masih duduk di bangku TK, menjadi korban penjambretan saat bermain di depan rumahnya di Kampung Gudang Kapuk RT 03, RW 08, Kelurahan Siswodupuran, Kecamatan Boyolali, Rabu (22/7).

Kejadian tersebut terekam CCTV rumah warga di lokasi kejadian hingga viral di media sosial (medsos).

Dalam video tersebut pelaku beraksi sendirian mengendarai sepeda motor dan berhenti tepat di depan rumah korban. Dia tampak mengawasi targetnya.

Kemudian saat mengetahui korbannya keluar bermain dengan temannya, pelaku langsung mendekati lalu menarik kalung bocah tersebut. Dia kemudian melarikan diri.

Bocah itu kemudian menangis dan lari ketakutan setelah kalung emas sekitar 3,5 gram yang dipakainya dijambret.

Ibu korban, Ninik Lestari (34), membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat kejadian, ia sedang mandi di rumah.

“Saya sebelum kejadian sudah meminta anak saya untuk tetap berada di dalam rumah. Namun, tak lama kemudian, dipanggil teman sebayanya untuk bermain di luar rumah dan terjadi kejadian itu,” ujar Ninik, Kamis (23/7).

Ninik menyebut kejadian tersebut membuat putrinya trauma. Teman sebayanya yang mengajak bermain juga trauma dan ketakutan.

“Anak saya dan temannya trauma atas kejadian tersebut. Kami berharap pelaku segera ditangkap karena kejadian terekam CCTV,” katanya.

Dia menduga pelaku sudah mengincar anaknya sebagai target. Bahkan, keterangan warga pelaku sempat diketahui warga sempat terlihat di lokasi kejadian saat libur sekolah.

“Warga sempat melihat pelaku di lokasi kejadian pada saat anak sekolah libur panjang. Itu bisa jadi dasar telah merencanakan ini,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Boyolali, Ipda Budiarto, mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan tersebut.

“Kami sudah datangi lokasi kejadian. Kemudian melakukan sejumlah langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku,” ujar Budiarto.

Dia menyebut sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan mendalami hasil rekaman CCTV. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami mendalami hasil rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi. Kami masih berupaya mengumpulkan informasi dan petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku,” pungkasnya.

Buka sumber asli