Al Jazeera Tolak Tuduhan Israel terhadap Jurnalisnya yang Tewas di Gaza
Al Jazeera Tolak Tuduhan Israel terhadap Jurnalisnya yang Tewas di Gaza #newsupdate #news #update #text

Kantor berita Al Jazeera menolak tuduhan Israel yang menyebut kameramennya, Ahmed Wishah, merupakan anggota Hamas setelah ia tewas dalam serangan di Jalur Gaza, Sabtu (20/6).
Media berbasis di Qatar itu pada Minggu (21/6) menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya membenarkan penargetan terhadap jurnalis.
Militer Israel sebelumnya mengatakan Wishah tewas dalam "serangan presisi" bersama dua anggota Hamas.
Israel juga mengeklaim Wishah merupakan operator penembak jitu di sayap militer Hamas selain bekerja sebagai jurnalis.
"Al Jazeera mengecam tuduhan tak berdasar dari tentara pendudukan Israel yang berupaya membenarkan kejahatan mereka terhadap jurnalis dan kameramen Al Jazeera di Gaza," kata Al Jazeera dalam pernyataannya.
Namun, militer Israel tidak menyertakan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
Al Jazeera menyebut tudingan itu sebagai bagian dari kampanye fitnah terhadap para pekerjanya di Gaza.
Sebelumnya, Wishah dilaporkan tewas pada Sabtu (20/6) dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij.
Rekaman AFP dari Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah memperlihatkan keluarga dan rekan-rekannya berkabung di samping jenazahnya.
"Untuk pertama kalinya, saya merasa tidak mampu merekam gambar. Pendudukan dengan sengaja membunuh jurnalis dan siapa pun yang meliput peristiwa di lapangan," kata jurnalis lepas Gaza, Bilal Abu Samak.
Menurut kelompok kebebasan pers Reporters Without Borders, lebih dari 220 jurnalis telah tewas sejak perang di Gaza meletus.
Sementara itu, militer Israel menegaskan pihaknya tidak secara sengaja menargetkan jurnalis.