News Berita

AHM Pastikan Motor Honda Siap Tenggak BBM dengan Kandungan Etanol

PT Astra Honda Motor memastikan mayoritas sepeda motor Honda sudah siap menggunakan bensin E10, seiring upaya meningkatkan efisiensi dan menekan emisi karbon di sektor transportasi. #kumparanOTO

AHM Pastikan Motor Honda Siap Tenggak BBM dengan Kandungan Etanol
Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa
Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa

PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kesiapan produk mereka dalam menggunakan bahan bakar campuran bioetanol.

Executive Vice President AHM, Thomas Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya terus mengembangkan teknologi sepeda motor agar lebih efisien dan rendah emisi. Ia menyebut, upaya tersebut dilakukan baik pada motor listrik maupun model berbahan bakar bensin.

"Kita sudah punya motor listrik jadi kita sudah punya 4 model motor listrik. Bahkan keiritan bensin pun kita tingkatkan," kata Thomas saat ditemui di acara AHM, Jumat (10/7/2026).

Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa
Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa

"Bahkan kita juga sudah ready dengan yang namanya menggunakan bensin E10. Jadi memang untuk meningkatkan pembakaran ataupun lebih bersih ataupun lebih emisi karbonnya kita create lebih baik," lanjutnya.

Thomas menambahkan, kesiapan penggunaan E10 sebenarnya bukan hal baru bagi Honda. Teknologi tersebut bahkan disebut telah disiapkan sejak satu dekade terakhir.

"Terkait E10 sudah ready dalam 10 tahun terakhir. Ini jadi bagian dari kesiapan kami menghadapi perubahan kebutuhan energi," ujarnya.

Selain itu, AHM juga terus melakukan pengembangan teknologi mesin agar performa kendaraan tetap optimal. Efisiensi bahan bakar dan peningkatan performa menjadi fokus utama ke depan.

"Kita punya beberapa teknologi di sepeda motor ini dan kita akan kembangkan terus ke depannya. Tentu motornya bisa semakin efisien dan sebagainya menjadi salah satu target kami," jelas Thomas.

Para pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar sepeda motor mereka di sebuah SPBU di Jakarta pada Rabu (1/4/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP
Para pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar sepeda motor mereka di sebuah SPBU di Jakarta pada Rabu (1/4/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Lebih lanjut, Senior Manager Public Relations AHM, Rina Listiani, menyebut bahwa seluruh sepeda motor Honda saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar campuran etanol.

"Semua sepeda motor Honda saat ini sudah bisa menggunakan E5 hingga E10 ya. Ini sudah lama, dilakukan secara bertahap sejak 2010 sampai 2015," kata Rina saat dikonfirmasi secara terpisah, Selasa (14/7/2026).

Rina menegaskan, penggunaan BBM dengan kandungan E10 tidak ada pengaruh ke performa. Hal ini juga sudah dicantumkan pabrikan di buku manual pemeliharaan yang diterima konsumen.

"E10 ini juga sudah bisa digunakan oleh sepeda motor Honda yang diproduksi di AHM," ungkapnya.

Touring media bersama Astra Honda Motor dan Astra Honda NTB di Lombok Barat, NTB, Sabtu (4/10/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Touring media bersama Astra Honda Motor dan Astra Honda NTB di Lombok Barat, NTB, Sabtu (4/10/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Lebih lanjut Ia juga menjabarkan seluruh model yang dipasarkan dan diproduksi lokal seperti Honda BeAT, Vario, Stylo, PCX, ADV, hingga CBR dan CRF sudah mendukung penggunaan E10

Sebagai catatan, E10 merupakan bahan bakar yang mengandung 10 persen bioetanol dan 90 persen bensin konvensional. Bioetanol sendiri berasal dari bahan nabati seperti tebu, singkong, dan jagung.

Penggunaan BBM dengan kandungan E10

Ilustrasi etanol. Foto: Shutterstock
Ilustrasi etanol. Foto: Shutterstock

Penggunaan campuran etanol bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menekan impor BBM dan menurunkan emisi karbon.

Di Indonesia, implementasi bahan bakar campuran etanol sudah dimulai melalui program E5 sejak 2023. Produk ini dikenal di pasar sebagai Pertamax Green 95.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan penerapan E10 dapat berjalan pada 2028 atau bahkan lebih cepat. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor transportasi.

Buka sumber asli