News Berita

28 Orang Masih Dirawat Imbas Tabrakan Kereta di London

28 Orang Masih Dirawat Imbas Tabrakan Kereta di London #newsupdate #update #news #text

28 Orang Masih Dirawat Imbas Tabrakan Kereta di London
Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP
Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP

Dua kereta api bertabrakan di utara London, Inggris, pada Jumat (19/6) waktu setempat. Akibatnya, satu masinis tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka.

Dilansir AFP, berdasarkan keterangan operator kereta East Midlands Railway, kecelakaan itu melibatkan dua kereta tujuan London yang berada di jalur yang sama.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Ia menegaskan akan dilakukan penyelidikan menyeluruh agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Sementara, Kepala Kepolisian Transportasi Inggris, Lucy D'Orsi, menyampaikan bahwa lebih dari 80 orang telah mendapat perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut, dan 28 orang masih menjalani perawatan.

“Sebanyak sembilan orang berada dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP
Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP

Polisi sebelumnya mengkonfirmasi bahwa masinis salah satu kereta meninggal dunia di lokasi kejadian.

D'Orsi mengatakan penyidik khusus dari Kepolisian Transportasi Inggris bekerja sama dengan Rail Accident Investigation Branch (RAIB) untuk mengumpulkan fakta dan menentukan penyebab kecelakaan.

Di sisi lain, Istana Buckingham menyampaikan bahwa Raja Inggris, Charles III, sangat berduka atas kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta para korban luka.

Cerita Penumpang

Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP
Petugas Kepolisian Transportasi Inggris, petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api, dan Network Rail bekerja di lokasi tabrakan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP

Salah seorang penumpang, Paul Cavin, mengatakan kepada BBC bahwa keretanya sedang berhenti ketika tiba-tiba ditabrak dari belakang dengan cukup keras.

“Ada beberapa orang yang terluka di gerbong saya,” katanya. Ia juga mengaku melihat banyak korban berjalan menjauh dari kereta, beberapa di antaranya mengalami cedera pada bagian wajah.

Layanan Ambulans East of England menyebutkan 11 orang mengalami luka sangat serius, 32 orang mengalami luka serius, dan 56 lainnya mengalami luka ringan.

Untuk menangani insiden tersebut, lebih dari 20 ambulans, tim penyelamat khusus area berbahaya, serta enam ambulans udara dikerahkan ke lokasi.

Dinas pemadam kebakaran setempat juga mengerahkan lebih dari 20 unit kendaraannya guna membantu proses evakuasi. Lebih dari 70 petugas damkar juga terjun langsung ke lokasi.

Petugas TKP Kepolisian Transportasi Inggris memotret kotak persinyalan di dekat lokasi tabrakan dua kereta EMR di Bedford, Inggris (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP
Petugas TKP Kepolisian Transportasi Inggris memotret kotak persinyalan di dekat lokasi tabrakan dua kereta EMR di Bedford, Inggris (20/6/2026). Foto: Justin Tallis/AFP

Penumpang lain, Brett Byatt, mengaku masih sulit mempercayai kejadian itu sehari setelah kecelakaan. Ia juga mempertanyakan kondisi jaringan perkeretaapian Inggris yang sudah tua.

“Kegagalan sinyal sering terjadi. Mengapa hal itu tidak terdeteksi untuk kereta saya?” ujarnya.

Hingga kini, pejabat belum menyatakan apakah gangguan sinyal menjadi salah satu pemicu kecelakaan tersebut.

Buka sumber asli